Tautan-tautan Akses

Aksi Protes Meluas di Suriah, 24 Orang Tewas


Aksi demonstrasi menentang Presiden Bashar al-Assad terus berlanjut di seantero Suriah, termasuk di Kafranbel (4/12).

Aksi demonstrasi menentang Presiden Bashar al-Assad terus berlanjut di seantero Suriah, termasuk di Kafranbel (4/12).

Aktivis Suriah mengatakan, pasukan keamanan menewaskan setidaknya 24 orang, termasuk beberapa anak, sementara aksi protes anti-pemerintah berlanjut di seantero Suriah.

Organisasi Pengamat HAM Suriah berbasis di Inggris kepada VOA mengatakan, tiga anak lelaki berumur 10, 12 dan 14 tahun, ditembak tewas hari Jumat di dan sekitar kota Homs yang bergolak. Sedangkan seorang anak perempuan berusia 12 tahun ditembak di Suriah selatan.

Meskipun kekerasan meningkat pekan ini, rakyat Suriah turun ke jalan seusai sholat Jumat guna mendukung ‘pemogokan demi martabat’. Aktivis mengatakan, demonstrasi dilakukan dan sebagian besar kekerasan terjadi di Homs, pusat penumpasan berdarah.

Oposisi Dewan Nasional Suriah juga mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan kemungkinan “pembantaian” sementara pasukan keamanan mengepung Homs. Aksi-aksi protes juga dilancarkan di kota Daraa di selatan, Idlib di barat laut, dekat perbatasan Turki-Suriah, dan Deir el-Zour, di Suriah timur.

PBB melaporkan, setidaknya 4.000 orang tewas sejak kerusuhan terjadi bulan Maret, dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memegang jumlah itu dalam pernyataan yang dibuat hari Jumat.

Dari kamp pengungsi Dadaab di Kenya, Sekjen PBB mengatakan, korban tewas yang dikeluarkan PBB didasarkan pada "sumber-sumber yang sangat bisa dipercaya." Komentarnya disampaikan sebagai tanggapan atas wawancara langka yang dilakukan wartawan Amerika dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dalam wawancara itu, yang ditayangkan hari Rabu, Assad menyangkal memerintahkan pembunuhan ribuan demonstran anti pemerintah. Kepada ABC News, Assad mengatakan, ia tidak mengendalikan tentara yang melakukan penumpasan brutal di negaranya.

Hari Jumat, Turki juga menanggapi pernyataan Assad dalam wawancara itu. Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad agar menghukum "para pembunuh" dan menerima usul Liga Arab. Davutoglu mengatakan negaranya tidak ingin ikut campur urusan dalam negeri Suriah, tapi ia menyatakan Turki tidak bisa diam saja kalau kekerasan Suriah memengaruhi negara-negara tetangganya. Turki selatan berbatasan langsung dengan Suriah dan menjadi tempat aman anggota kelompok oposisi, Dewan Nasional Suriah.

Aktivis Suriah menyerukan pemogokan nasional mulai hari Minggu, guna menumbangkan pemerintah melalui pembangkangan sipil. Komisi Koordinasi Lokal yang mendukung protes damai Suriah menyerukan agar orang melakukan aksi duduk, menutup toko, kampus dan angkutan umum, serta menolak bekerja di sektor umum.

XS
SM
MD
LG