WHO: Tidak Ada Bukti Penularan Flu Burung antar Manusia

Michael O' Leary, Direktur WHO di China memberikan keterangan pers terkait virus flu burung H7N9 di Beijing (19/4).

Organisasi kesehatan Sedunia (WHO) mengatakan, sejauh ini tidak ada bukti bahwa jenis baru flu burung mudah menyebar antar manusia di China.
Michael O'Leary, Direktur WHO di China mengatakan Jumat (19/4) bukti menunjukkan unggas adalah medium penularan namun para peneliti belum dapat menemukan hubungan yang jelas dan kuat.

Hari Kamis, Feng Zijian, direktur Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit China mengatakan, transmisi H7N9 dari-manusia-ke-manusia mungkin terjadi secara teori, meskipun sangat sporadis.

China telah melaporkan 17 kematian sejak virus itu dilaporkan terjangkit pada manusia untuk pertama kalinya bulan lalu. Saat ini jumlah keseluruhan yang terinfeksi adalah 82 orang, dan kebanyakan tinggal dekat Shanghai.

Hingga saat ini, virus itu diyakini hanya ditularkan dari unggas ke manusia, sehingga sangat membatasi penyebarannya. Namun para pejabat mengatakan 40 persen dari mereka yang tertular tampaknya tidak mengalami kontak dengan unggas.

Pihak berwenang China saat ini sedang menyelidiki apakah ketereksposan jangka panjang dan tak terlindungi terhadap orang yang tertular, seperti anggota keluarga kemungkinan mengakibatkan penularan dari manusia-ke-manusia.