Uni Eropa Kutuk Rencana Israel Bangun Apartemen di Tepi Barat

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton

UE mengecam tindakan yang bertentangan dengan usaha dilakukan masyarakat internasional untuk mencapai solusi damai konflik Israel-Palestina.

Uni Eropa telah mengutuk rencana Israel membangun ratusan apartemen baru dalam dua pemukiman Yahudi di Tepi Barat, dengan mengatakan Uni Eropa sangat kecewa atas tindakan yang mengancam usaha perdamaian regional.

Uni Eropa mengatakan hari Selasa bahwa tindakan demikian bertentangan dengan usaha yang telah berkali-kali dilakukan masyarakat internasional untuk mencapai penyelesaian damai atas konflik Israel-Palestina.

Israel mengumumkan hari Senin bahwa mereka akan segera melakukan tender untuk pembangunan 336 apartemen di pemukiman Karnei Shomron dan Betar Illit. Pembangunan itu adalah bagian dari rencana untuk membangun 6.900 rumah di seluruh Israel.

Kantor berita Jerman mengatakan tender untuk kontrak akan dimulai dalam waktu 60 hari, dan rumah-rumah tersebut diperkirakan akan selesai dalam 3 tahun.

Pemukiman-pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur – daerah-daerah yang diduduki Israel dalam perang 6 hari tahun 1967 – dianggap tidak sah menurut hukum internasional. Seorang jurubicara pimpinan kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton menyatakan lagi pendirian tersebut hari Selasa.

Pembicaraan perdamaian Israel-Palestina yang gagal tahun lalu setelah Penguasa Palestina keluar dari perundingan karena penolakan Israel untuk memperpanjang penangguhan kegiatan pemukiman.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menolak usaha untuk memulai kembali pembicaraan kecuali kalau Israel membekukan sama sekali semua pembangunan pemukiman. Ia sekarang telah mengalihkan perhatian pada usaha sepihak untuk memperoleh pengakuan negara Palestina dari PBB bulan September.