Tunangan Jurnalis Kashoggi: Pengadilan Pembunuhan Sangat Meletihkan Dirinya

Hatice Cengiz, perempuan Turki tunangan mendiang jurnalis Jamal Khashoggi

Kantor berita AP melaporkan, tunangan Jamal Khashoggi, penulis kolom Washington Post yang dibunuh di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2018, hari Jumat (3/7) mengatakan, pengadilan atas pembunuhan diri tunangannya itu “sangat meletihkan baik moral maupun psikologis.”

Hatice Cengiz berbicara kepada pers di luar Pengadilan Caglayan di Istanbul pada Jumat, dan menuntut agar semua orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan tunangannya diseret ke pengadilan.

BACA JUGA: Tunangan Khashoggi Sebut Pengadilan Saudi sebuah Lelucon

Cengiz berbicara pada pembukaan pengadilan in-absentia terhadap dua mantan pembantu Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohamad bin Salman dan 18 warga Saudi lainnya yang oleh pemerintah Turki dituntut atas pembunuhan Khashoggi yang mengerikan pada 2018.

Pembantaian Kashoggi telah memicu kecaman luas dan memunculkan kecurigaan atas peran dari Pangeran Mohamad bin Salman.

Penuntut Turki telah mengenakan tuduhan terhadap 20 warga Saudi, semuanya sudah meninggalkan Turki. Penuntut juga menuntut agar mereka dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Arab Saudi menolak tuntutan Turki bagi ekstradisi para tersangka itu dan beberapa dari mereka diadili di Ryadh dibelakang pintu tertutup.

Pengadilan mereka dikecam dan disebut sebagai sebuah “sandiwara” dan keluarga Khashoggi mengumumkan mereka telah mengampuni para pembunuhnya.

Pengadilan di Turki diamati secara cermat, kalau-kalau ada informasi atau bukti baru, termasuk keberadaan dari jenazah Khashoggi. [jm/pp]