Trump Pertanyakan Ketajaman Mental Biden

Mantan Wapres Joe Biden dan Presiden Donald Trump (foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump mempertanyakan ketajaman mental mantan wakil presiden Joe Biden, lawan politiknya dalam pemilihan presiden November mendatang. Trump mengatakan “Biden tidak kompeten untuk menjadi presiden.”

Trump, dalam serangkaian serangan yang disiarkan hari Minggu (19/7) di program televisi “Fox News Sunday” mengatakan “Biden bahkan tidak mampu menyatukan dua kalimat secara bersama.”

“Ia membaca dari teleprompter dan kemudian kembali ke ruang bawah tanahnya,” ujar Trump. “Apa warga Amerika mau memiliki pemimpin di era di mana kita memiliki masalah dengan negara-negara lain yang mempermalukan kita.”

BACA JUGA: Trump Manfaatkan Acara Presiden untuk Serang Biden

Tim kampanye Trump telah menayangkan iklan-iklan yang mempertanyakan ketajaman mental Joe Biden, yang berusia 77 tahun, yang akan menjadi presiden tertua dalam sejarah Amerika jika ia memenangkan pemilihan presiden 3 November dan dilantik pada Januari 2021; yang menurutnya akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia Biden.

Trump, yang kini berusia 74 tahun, adalah presiden tertua dalam sejarah Amerika.

Wartawan Fox, Chris Wallace, dalam wawancara yang dilakukan Jumat lalu (17/7) di Gedung Putih, menanyakan apakah menurutnya Biden pikun. “Saya tidak mau mengatakan demikian. Saya akan mengatakan ia tidak kompeten untuk menjadi presiden,” ujar Trump. “Untuk menjadi presiden, Anda harus memiliki ingatan yang tajam dan bersikap tegas, dan beberapa hal lain. Joe bahkan tidak tahu ia masih hidup, OK? Ia bahkan tidak tahu ia hidup,” tambahnya.

Presiden dari Partai Republik ini mengklaim jika pesaingnya dari Partai Demokrat diberi pertanyaan serupa oleh Wallace, ia akan duduk di tanah dan mengatakan “ibu, ibu, bawa saya pulang.”

Trump mengatakan ia akan mengalahkan Biden, meskipun Wallace menunjukkan jajak pendapat terbaru yang dilakukan stasiun televisi Fox, yang menunjukkan Biden unggul atas Trump yaitu 49% banding 41%. Temuan serupa juga ditunjukkan dalam beberapa jajak pendapat oleh universitas dan lembaga jajak pendapat lainnya.

Kompilasi atas beberapa jajak pendapat yang dikumpulkan oleh situs Real Clear Politics menunjukkan Biden memimpin dengan rata-rata 8,6% di atas Trump.

BACA JUGA: Trump, Biden Juga Bersaing di Platform Media Sosial

Salah satu jajak pendapat menunjukkan, berbeda dengan klaim Trump, banyak warga Amerika menilai Trump justru tidak memiliki karakteristik utama yang diperlukan untuk menjadi presiden; dan kurang dari separuh yang menilai Trump menunjukkan kesehatan mental (43%), kecerdasan (42%) dan kendali atau pertimbangan (40%) - untuk dapat memimpin secara efektif.

Biden mengungguli Trump dalam setiap elemen itu, di mana 47% warga yakin dengan kesehatan mentalnya, 51% yakin dengan kecerdasannya, dan 52% yakin ia memiliki pertimbangan yang tepat.

Tetapi Trump menyangkal jajak pendapat itu sebagai “bohong” dan mengatakan ia akan memenangkan pemilu “karena negara ini pada akhirnya tidak akan memilih seseorang yang... yang rapuh. Ia rapuh, ia secara mental rapuh.”

Trump menolak mengatakan apakah akan menerima hasil pemilu jika ia kalah. “Kita tidak tahu hingga kita mengetahuinya. Ini tergantung,” ujarnya. Ia mengklaim, sebagaimana yang telah disampaikannya dalam beberapa minggu terakhir ini, bahwa pemberian suara lewat surat – yang telah didukung oleh Partai Demokrat dan sebagian pemimpin Partai Republik di tengah meluasnya pandemi virus corona – “akan menimbulkan kecurangan pemilu.”

“Saya bukan pecundang yang baik. Saya tidak suka kalah,” tegasnya. “Saya tidak suka sering kalah. Saya tidak ingin kalah.” [em/jm]