Trump Bertemu Paus di Vatikan

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan, Rabu (24/5).

Presiden AS Donald Trump dan Paus Fransiskus, dua pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan dan pandangan dunia yang sangat berbeda, bertemu di kota Vatikan, Rabu (24/5), mengesampingkan perselisihan-perselisihan pendapat yang terjadi sebelumnya.

Trump dan Paus berhadapan langsung untuk pertama kalinya, Rabu pagi, dalam pertemuan selama 30 menit yang banyak diwarnai prosesi keagamaan. Presiden, didampingi istri dan beberapa pembantunya, tiba di Vatikan tidak lama setelah pukul 8 pagi waktu setempat.

Pertemuan itu dimulai dengan jabat tangan. Trump terdengar mengucapkan terima kasih kepada paus dan mengatakan bahwa sungguh sebuah kehormatan besar bisa berada di sana. Mereka kemudian berpose untuk pemotretan dan duduk berhadapan di meja paus. Paus tidak terlihat tersenyum ketika pertemuan pribadi itu dimulai.

Pertemuan itu berakhir setengah jam kemudian setelah paus membunyikan bel di ruang kerjanya itu. Paus kemudian diperkenalkan ke para anggota delegasi Trump, termasuk istrinya Melania, putrinya Ivanka dan menantunya Jared Kushner.

Paus sempat bercanda dengan Melania melalui penerjemah. Paus mengatakan, apakah Melania memberi Trump makanan pizza. Melania membenarkannya dan tertawa.

Sesuai tradisi, paus dan presiden bertukar hadiah. Trump memberi paus sejumlah buku yang ditulis Martin Luther King Jr, sambil mengatakan, “Saya kira anda akan menikmatinya. Saya harap Anda bisa menikmatinya.”

Paus memberi Trump medali bergambarkan ranting pohon zaitun yang merupakan simbol perdamaian, catatan pesan perdamaian dan tiga ikat dokumen yang kemungkinan berisi prioritas-prioritas kepausannya. Menjelang akhir pertemuan, Trump mengatakan, “Terima kasih, saya tidak akan melupakan apa yang Anda katakan.”

Pendahulu Trump, Barack Obama, bertemu Paus tahun 2014 selama 50 menit. Pertemuan lebih singkat dengan Trump kemungkinan karena paus harus segera melangsungkan misa umum mingguan setiap Rabu.

Ribuan peziarah yang hadir di Vatikan juga memaksa Trump memasuki kota itu melalui pintu masuk samping dan bukan pintu gerbang utama yang melalui Lapangan Santo Petrus. [ab/as]