Menlu AS Minta ASEAN Turunkan Hubungan Diplomatik dengan Korut

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson (tengah) berfoto dengan para Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN, di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Mei 4 2017.

Amerika berusaha agar negara-negara anggota ASEAN mendorong cara pendekatan Amerika untuk menangani ancaman Korea Utara dan memegang teguh prinsip-prinsip kebebasan berlayar di Laut Cina Selatan.

Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson, dalam pertemuan pertamanya dengan kesepuluh negara ASEAN hari Kamis (4/5), minta kepada blok itu agar berbicara dengan satu suara untuk mengatasi proliferasi nuklir dan rudal Korea Utara.

Patrick Murphy, asisten deputi menteri luar negeri Amerika untuk Asia Tenggara, mengatakan dalam pembicaraan telpon Kamis, “khususnya, Amerika minta negara-negara, termasuk mitra-mitra kami di ASEAN, berusaha menghentikan arus pendapatan yang dinikmati Korea Utara dari kawasan itu, dan menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan negara itu.”

Tambah Murphy, “Dengan demikian Korea Utara tidak akan memperoleh manfaat lewat saluran diplomatik untuk terus menjalankan program nuklir dan misilnya.”

Semua negara anggota ASEAN memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara. Delapan diantaranya, punya kedutaan besar Korea Utara dan lima punya kedutaan besar di Pyongyang.

Washington mengatakan ada keprihatinan bersama di antara blok ASEAN bahwa provokasi Korea Utara telah mengancam stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik dan di seluruh dunia.

Beberapa negara telah mengatakan kepada Amerika bahwa “mereka sedang mengambil tindakan dan langkah-langkah, mempertimbangkan kembali besarnya kehadiran diplomatik Korea Utara di tiap negara, kegiatan mereka, dan transaksi komersial yang mereka lakukan dengan menggunakan alasan diplomatik,” kata Murphy. [sp]