Simpatisan Jokowi di Surabaya Deklarasikan Seknas

  • Petrus Riski

Deklarasi Seknas Jokowi untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 di Surabaya, Rabu, 21 Mei 2014 (Foto: VOA/Petrus Riski)

Puluhan aktivis dan masyarakat simpatisan Jokowi di Surabaya, mendeklarasikan pembentukan Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia (Seknas) Jokowi, Rabu (21/5).
Pasca deklarasi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dari PDI Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hatu Nurani Rakyat, yaitu Joko Widodo dan Jusuf Kalla, para simpatisan dan pendukung Jokowi mendeklarasikan pembentukan Sektretariat Nasional (Seknas) Jokowi di berbagai daerah termasuk di Surabaya, Rabu (21/5). Hal ini untuk menggerakkan semua potensi yang ada untuk memenangkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 9 Juli mendatang.

Berbagai isu, program dan rekomendasi akan diberikan oleh Seknas Jokowi kepada pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla, untuk pembangunan Indonesia.

Pembentukan organisasi relawan ini untuk menggalang semua potensi yang ada untuk memenangkan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia mendatang. “Seknas fokus pada aksi propaganda dan opini building, jadi kita akan memberi pendidikan politik pada masyarakat melalui berbagai media mengenai mengapa harus memilih dan mengapanya mesti Jokowi,” kata Diana AV Sasa, Ketua Seknas Jokowi-JK Surabaya.

Anggota Seknas Jokowi-JK Surabaya Hengky Kurniadi mengatakan, berbagai isu penting yang menjadi pekerjaan rumah pemerintahan yang lalu akan menjadi prioritas untuk diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan kepentingan rakyat yang paling mendasar.

"Lingkungan hidup kami akan lebih menonjol, karena sebagai negara yang lebih maju, sebagai negara demokrasi kan sudah nampak, sudah mulai maju, dan kita ternyata adaptif dengan kehidupan yang demokratis, rakyat kita ternyata juga bisa, tentunya dengan itu kan lingkungan hidup juga akan lebih diperhatikan," kata Hengky Kurniadi. "Termasuk penegakan HAM (hak asasi manusia), termasuk dengan kedaulatan hukum, itu kan penting. Jadi kedaulatan hukum itu bukan hanya pencitraan, tapi benar-benar semua sesuai aturan,” lanjutnya.

Sementara itu salah satu Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Hari Putri Lestari mengungkapkan, partainya bersama Jokowi akan memberi perhatian terhadap isu-isu kesejahteraan, terutama yang menyangkut buruh dan tenaga kerja di Indonesia serta perlindungan terhadap dunia usaha nasional.

“Selama ini kan upah buruh itu hanya dibawah 10 persen, (persisnya) tujuh persen, tetapi biaya-biaya yang lain itu yang membebani pengusaha, sehingga kebutuhan buruh yang dipangkas. Jadi Jokowi akan mengupayakan kebijakan-kebijakan yang akan melindungi kepentingan pengusaha, juga kepentingan buruh,” kata Hari Putri Lestari.