Sekjen PBB Ban Ki-moon Kunjungi Somalia

Sekjen PBB Ban Ki-moon (kiri) didampingi PM Somalia Abdiweli Mohamed Ali saat tiba di bandara Mogadishu (9/12).

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon tiba di Somalia, kunjungan pertama oleh pemimpin tertinggi PBB sejak runtuhnya pemerintah Somalia 20 tahun lalu.

Sekjen PBB Ban Ki-moon bertemu dengan Perdana Menteri Somalia dan para pejabat dari pasukan Uni Afrika. Ban mendesak agar para pemimpin Somalia memanfaatkan kesempatan dan memulihkan kestabilan dan harapan di negara itu.

Dalam kunjungan bersejarah ke ibukota Somalia, Mogadishu, hari Jumat, Ban memperingatkan bahwa jendela peluang untuk mengubah situasi di Somalia sangat sempit.

Ia menekankan bahwa Somalia harus mengikuti peta jalan ke arah pemilu baru dan mereformasi parlemen dan konstitusi. Ban menegaskan Somalia harus mempertahankan kemenangan militernya atas kelompok al-Shabab yang terkait al-Qaida.

Ban juga mengumumkan bahwa PBB akan memindahkan kantornya di Somalia dari Kenya ke Mogadishu bulan Januari. Ia mendorong pemerintah Somalia agar terus bekerjasama dengan masyarakat internasional untuk menyampaikan bantuan ke wilayah-wilayah yang dilanda kelaparan dan kekeringan. Ini adalah kunjungan Sekjen PBB pertama ke Somalia sejak tahun 1993.

Pasukan Uni Afrika di Somalia (AMISOM) bertugas mendukung Pemerintah Transisi Federal(TFG) yang didukung PBB, di negara yang dilanda perang yang telah tidak memiliki pemerintahan yang stabil sejak tahun 1991.

Presiden yang terakhir digulingkan 20 tahun lalu, dan kepala kelompok-kelompok militan mengambil alih kekuasaan.

Kunjungan sekretaris jenderal PBB itu dianggap sebagai tanda bahwa kemajuan sedang terjadi di Somalia, sementara kontrol oleh militan Al-Shabab berkurang, khususnya di beberapa bagian ibukota, Mogadishu.

Al-Shabab menarik tentaranya dari ibukota itu bulan Agustus setelah pemerintah melancarkan ofensif dengan dukungan pasukan Uni Afrika. Kelompok Islamis itu mengatakan tindakan itu adalah “siasat” dan bertekad akan kembali.