Sekjen NATO: NATO Akan Perkuat Misi di Irak

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, pada pertemuan para menteri pertahanan aliansi militer Barat, Jumat (23/10) mengatakan, telah menyetujui perluasan misi pelatihannya di Irak untuk membantu pasukan Irak memerangi gerakan ekstremis.

"Meskipun situasi keamanan masih menjadi tantangan, NATO tetap berkomitmen meningkatkan dukungan," kata Stoltenberg setelah pertemuan para menteri pertahanan selama dua hari di Brussels, Belgia.

"Tujuan kita adalah membantu membangun pasukan Irak mandiri, mampu memerangi terorisme, mencegah kembalinya ISIS, dan menstabilkan negara mereka," tambah Stoltenberg. Ia menambahkan peningkatan jumlah dan kecanggihan serangan-serangan terhadap pasukan internasional di Irak "memprihatinkan".

BACA JUGA: NATO akan Bangun Pusat Antariksa di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman

NATO mempertahankan misi pelatihan berkekuatan 500 orang di negara itu untuk mempersiapkan pasukan lokal jika terjadi serangan dari ekstremis ISIS.

Stoltenberg mengatakan ruang lingkup peningkatan misi itu akan diputuskan pada pertemuan para menteri pertahanan aliansi pada Februari.

Sentimen anti-AS meningkat kembali di Irak setelah pembunuhan komandan militer Iran yang kuat Mayjen Qassem Soleimani pada bulan Januari dalam serangan udara AS di dekat Baghdad. Serangan itu menyebabkan penangguhan pelatihan NATO terhadap pasukan Irak.

Pandemi COVID-19 juga memaksa aliansi mengurangi jumlah misinya awal tahun ini, tetapi misi tersebut telah dipulihkan sepenuhnya, kata Stoltenberg. [my/pp]