Sejumlah Isu Penting dalam Rencana Covid-19 Biden

Presiden AS Joe Biden memaparkan rencana untuk memerangi pandemi Covid-19, di Gedung Putih, Washington, Selasa, 26 Januari 2021.

Ketika Presiden Joe Biden merilis rencana penanggulangan virus corona setebal 200 halaman, sehari setelah pelantikannya, pakar kesehatan masyarakat tampaknya menyambutnya dengan baik.

“Kami semua di sektor layanan kesehatan masyarakat, sebelumnya sudah meminta sebuah rencana dari pemerintahan Trump," kata mantan komisaris kesehatan Baltimore, Leana Wen, seorang profesor kesehatan masyarakat dari George Washington University.

“Perbedaan besar akan terjadi pada negara kita jika ada rencana ini beberapa bulan lalu," imbuhnya.

Di sisi lain, “ Ini bukanlah ide-ide jenius dari pemerintahan Biden” kata Ashish Jha, dekan jurusan kesehatan masyarakat dari Brown University. “Hanya tampak jenius karena pemerintahan sebelumnya tidak melakukan apapun," ujar Jha.

Kini dengan adanya rencana yang sudah lama di tunggu-tunggu, masyarakat menantikan hasilnya. Menurut data Johns Hopkins University rata-rata 3.000 orang meninggal karena Covid-19 setiap hari, sementara sebagian besar ekonomi tutup selama hampir setahun dan virus bermutasi menjadi lebih mudah menular.

Kesuksesan atau kegagalan rencana Biden pada akhirnya akan dinilai oleh apakah orang yang meninggal karena Covid-19 berkurang. Namun, sebagian faktor di luar kuasa pemerintah, seperti apakah varian baru yang menyebar lebih cepat dan sudah melanda Amerika akan merajalela.

Wen mengatakan, yang seharusnya dinilai dari Pemerintahan Biden adalah “apakah pemerintah mampu mencapai target pengujian, pelacakan kontak khususnya target untuk vaksinasi. [my/pp]