Rizieq Shihab Direncanakan akan Pulang Dalam Waktu Dekat

  • Fathiyah Wardah

Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI). (Foto: AP)

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab berencana pulang ke Indonesia dari Arab Saudi dalam waktu dekat. Hal tersebut diungkapkan Kuasa Hukum Rizieq Sugito Atmo Prawiro.

Rekaman video yang tersebar di media sosial sejak akhir pekan memperlihatkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab berbicara dari tempat pengasingannya di Makkah, Arab Saudi, tentang rencana kepulangannya segera ke Indonesia.

Menurut kuasa hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro, Senin (26/10), kliennya memang akan pulang ke tanah air dalam waktu dekat. Dia menekankan Rizieq Shihab sudah tidak ada kendala secara keimigrasian di Arab Saudi untuk terbang ke Indonesia.

Sugito menambahkan tim pengacara kepercayaan Rizieq Shihab juga sudah mengecek klaim yang disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel yang menyatakan Rizieq Shihab masih terbelit masalah imigrasi dan memastikan segalanya sudah beres.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab (foto: dok).

"Sekarang Habib sudah membeli tiket dan macam-macam. Cuma jadwalnya saya belum konfirmasi ke beliau. Mengenai masalah jadwal (kepulangannya) nanti saya akan konfirmasi ke beliau," kata Sugito.

Sugito mengatakan Rizieq tidak akan pulang sendiri ke Indonesia tapi bersama istri dan anak-anak yang selama ini menemaninya menetap di Arab Saudi. Setelah kembali ke Indonesia, lanjut Sugito, Rizieq akan kembali berdakwah seperti biasa dan tetap mengkritik pemerintah, kalau memang tidak menjalankan kekuasaan sesuai konstitusi.

Sugito memastikan Rizieq tidak akan dikenai perkara hukum karena semua kasusnya sudah dihentikan. Dia menegaskan kalau setiba di Indonesia kliennya tersebut ditangkap, tim kuasa hukum akan melawan. Menurutnya, jika aparat nekat melakukan, itu sama saja menjadikan persoalan politik dibungkus perkara hukum.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengaku tidak mengetahui tentang rencana kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia. Dia mengatakan, yang jelas-jelas mengetahui mengenai hal itu adalah Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abigebriel.

Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. (Foto: Kementerian Luar Negeri)

"Tidak ada informasi yang bisa mengkonfirmasi berita yang beredar," ujar Faizasyah singkat.

Ketika dihubungi VOA, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel tidak mau menjelaskan secara jelas perihal rencana kepulangan Rizieq. Dia hanya tertawa.

Dalam rekaman videonya, Rizieq Shihab mengatakan kalau tidak hambatan dia dan keluarganya segera pulang ke Indonesia untuk berjuang bersama umat Islam.

Simpang siurnya rencana kepulangan Rizieq Shihab membuat Ketua Eks 212 Kawal Jokowi-Ma'ruf, Razman Arif Nasution, tidak yakin. Dia berpegangan pada pernyataan Duta Besar Agus Maftuh bahwa Rizieq Shihab masih terbelit masalah imigrasi di Arab Saudi.

Your browser doesn’t support HTML5

Rizieq Shihab Direncanakan akan Pulang Dalam Waktu Dekat

Apalagi, menurut Razman, kabar rencana kepulangan Rizieq juga pernah beredar sebelumnya.

Berita rencana kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia disampaikan Ketua Umum Front Pembela Islam Sobri Lubis dalam unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta dua pekan lalu. Dia menegaskan, Rizieq Shihab akan kembali untuk memimpin revolusi.

BACA JUGA: Dubes Saudi Sebut Rizieq Shihab Bukan Sosok Menakutkan

Nama Rizieq Shihab muncul ke pentas politik nasional setelah berhasil menggalang jutaan umat Islam berdemonstrasi di Jakarta pada 2 Desember 2016, dikenal dengan nama Aksi Bela Islam 212, yang menuntut Gubernur Jakarta waktu itu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ditangkap dan diadili dengan tuduhan menghina Islam.

Desakan itu berhasil dan pada Januari 2017, polisi menetapkan Ahok sebagai tersangka dan menjalani sidang hingga divonis dua tahun penjara.

Rizieq Shihab bersama istri dan anak-anaknya pergi ke Arab Saudi di tengah persoalan hukum yang membelitnya, termasuk kasus obrolan mesum melalui aplikasi WhatsApp. Polisi belakangan menghentikan perkaranya. [fw/ka]