Retorika Kampanye Semakin Tajam Jelang Pemilihan Pendahuluan di South Carolina

Kandidat Capres AS dari partai Republik, Jeb Bush (kiri) bersama kakaknya, mantan Presiden AS George W. Bush, dalam kampanyenya di North Charleston, South Carolina (15/2).

Para bakal calon presiden AS mempertajam retorika mereka dan menggalang semua dukungan yang bisa membantu mereka memenangkan pemilihan pendahuluan yang penting di South Carolina.

Calon-calon dari Partai Republik yang akan dipilih berkampanye secara agresif, Sabtu (13/2) sementara waktu hampir habis bagi mereka yang tertinggal. Pemilih di negara bagian selatan ini akan memasukkan suara secara terpisah untuk calon Demokrat seminggu kemudian.

Kurang dari seminggu sebelum pemungutan suara di South Carolina, Donald Trump masih memimpin di kubu Republik, meningkatkan kekhawatiran di antara para pemimpin partai. Miliarder yang vokal itu Senin menegaskan dia adalah satu-satunya calon yang tidak bisa disuap.

"Tapi ketika Anda melihat orang-orang seperti Ted Cruz: dia telah menerima uang sangat banyak dari begitu banyak orang yang berbeda, dia benar-benar dikontrol, seratus persen, oleh industri-industri yang berbeda, seperti liga besar. Bush juga sama, Rubio sama saja. Di situlah mereka mendapatkan uang mereka," kata Donald Trump.

Trump juga mengejek saingannya Jeb Bush karena meminta dukungan dari saudara laki-lakinya, mantan Presiden George W. Bush, untuk membantu menyelamatkan kampanyenya.

"Dan menurut pengalaman saya, orang terkuat biasanya bukan orang yang paling lantang di dalam ruangan," kata George W. Bush membalas ejekan Trump.

Ted Cruz menggunakan retorika ofensif saingannya untuk menggambarkan dirinya sebagai orang yang berkepala dingin dan dapat dipercaya.

"Dua kandidat dalam pencalonan ini, Donald Trump dan Marco Rubio, keduanya memiliki pola yang sama. Setiap kali orang menunjukkan rekam jejak mereka, mereka langsung berteriak: pembohong, pembohong, pembohong. Ini adalah dinamika yang sangat aneh," kata Ted Cruz.

Para kandidat Demokrat sejauh ini menahan diri untuk tidak melancarkan penghinaan langsung, tetapi kampanye mereka juga menjadi lebih agresif. Suami Hillary Clinton, mantan Presiden Bill Clinton, memperkuat kampanyenya. Dia memuji prestasi Hillary Clinton dalam pidatonya hari Senin di Florida. "Dia bekerja sama dengan masyarakat dan dia membuat segala sesuatu dan semua orang yang pernah dia tangani menjadi lebih baik," kata Bill Clinton.

Sementara di Nevada, sebelum kaukus Demokrat hari Sabtu di sana, Hillary Clinton memuji keberhasilan suaminya. "Mari kita mulai dengan perekonomian!," serunya.

Slogan Bill Clinton "It's the economy, stupid!" menjadi motto kampanyenya yang sukses ketika terpilih menjadi presiden pada tahun 1992. "Kita sangat sejahtera ketika suami saya presiden," imbuhnya.

Clinton menegaskan bahwa setiap orang sejahtera, bukan hanya orang-orang kaya. Mengikis kesenjangan antara kaya dan miskin yang semakin besar adalah janji kampanye saingannya Bernie Sanders yang mengalahkannya pada pemilihan pendahuluan di New Hampshire. [as/ab]