Relokasi Pengungsi Gunung Sinabung Ditargetkan Selesai Tahun Depan

Presiden Joko Widodo berkunjung salah satu rumah hunian tetap pengungsi erupsi Gunung Sinabung, di kawasan Siosar, Kabupaten Karo, Sabtu, 14 Oktober 2017. Foto courtesy: Setpres RI

Relokasi ribuan pengungsi Gunung Sinabung diharapkan selesai tahun depan, demikian disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke rumah hunian tetap pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Siosar, kabupaten Karo, hari Sabtu (14/10).

“Relokasi untuk 1.873 kepala keluarga kita harapkan selesai tersebar di 14 lokasi pada akhir tahun ini. Sisanya kurang lebih 1.080 kepala keluarga akan kita selesaikan tahun depan karena sudah ada penetapan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai lokasi yang akan digunakan,” ujar presiden.

Saat ini kawasan relokasi tahap pertama di Karo, telah dihuni oleh 370 kepala keluarga yang berasal desa Bekerah, Simacem dan Sukameriah. “Kita tadi baru saja melihat lokasi pengungsi yang sudah selesai, ada 370 rumah, ada juga lahan untuk pertanian. Tadi saya tanya juga apakah sudah bisa berproduksi, dijawab sudah, nanam apa? Nanam kentang. Artinya ini sudah 370 yang beres,” tambah Jokowi.

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Willem Rampangilei, relokasi pengungsi dilakukan dalam tiga tahap. “Relokasi lahan pemukiman juga digunakan sebagai lahan pertanian. Masing-masing kepala keluarga akan menerima setengah hektar lahan,” ujar Willem.

Sejak tahun 2013 Gunung Sinabung, gunung api di Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara, terus batuk-batuk dan belum ada indikasi bahwa letusannya akan berakhir. Gunung setinggi 2.451 meter itu tidak pernah meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali pada tahun 2010 dan 2013. Walhasil penanganan pengungsi gunung ini menjadi rumit karena tetap ada kekhawatiran di antara warga bahwa sewaktu-waktu gunung itu siap meletus.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada VOA mengatakan sejauh ini total bantuan yang telah disalurkan BNPB untuk menangani letusan Gunung Sinabung, sejak tahun 2013 hingga September 2017, telah mencapai 589,1 miliar rupiah. Sebagian besar dana digunakan untuk penanganan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi pemukiman bagi pengungsi. [em]