Produsen Anggur Perancis Khawatir akan Ancaman Tarif Amerika

Segelas anggur merah Perancis di Chateau du Pavillon di Sainte-Croix-Du-Mont, Perancis, 29 Juli 2019.

Perusahaan pembuat anggur di Perancis sedang resah untuk melihat apakah Presiden Donald Trump akan menjalankan ancamannya untuk mengenakan tarif impor tinggi atas anggur Perancis yang terkenal itu.

Tarif atas anggur Perancis adalah balasan atas pajak yang dikenakan Perancis untuk barang-barang elektronik Amerika, kantor berita AFP melaporkan.

Presiden Trump akan menghadiri pertemuan puncak G7 di Perancis yang dimulai pada Sabtu (24/8).

Pajak impor atas barang-barang Amerika yang dibuat oleh Google, Apple, Facebook dan Amazon, disingkat GAFA, diberlakukan oleh Perancis untuk menutup “celah” yang memungkinkan perusahaan Amerika itu membayar pajak sangat rendah, tapi mendapat keuntungan besar.

Wakil-wakil GAFA menyebut pajak Perancis itu bersifat diskriminatif dan menciptakan preseden yang “mencemaskan.”

Presiden Trump telah berulang kali mengancam akan melakukan tindakan balasan dengan mengenakan tarip impor 100 persen atas anggur Perancis, menurut laporan Bloomberg News.

Trump yang katanya tidak pernah minum minuman keras, mencuit bulan lalu bahwa “anggur Amerika lebih enak dari anggur Perancis.”

Orang Amerika membeli anggur Perancis dan minuman beralkohol senilai AS$1,8 miliar tahun lalu. [ii/ft]