Presiden Minta Semua Pihak Hormati Keputusan MK tentang Sengketa Hasil Pilpres

Prabowo dan Hatta di Mahkamah Konstitusi

Presiden meminta kepada semua pihak agar menghormati proses dan hasil akhir dari keputusan MK.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta Kamis (7/8) memastikan akan mengawal proses demokrasi yang tengah berlangsung dalam pemilihan presiden 2014, sehubungan dengan penyelesaian perselisihan hasil penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum yang diajukan pasangan calon Presiden calon wakil presiden Prabowo Subianto–Hatta Rajasa ke Mahkamah Konstitusi.

Presiden meminta kepada semua pihak nantinya agar menghormati proses dan hasil akhir dari keputusan MK. Presiden menegaskan, Negara akan mengawal proses ini agar proses demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan benar.

Namun demikian Presiden berharap MK dapat bersikap adil dalam menanganipenyelesaian perselisihan hasil penghitungan suara KPU. MK juga dimina oleh Presiden agar menjunjung akuntabilitas, kredibilitas dan transparasi.

Presiden juga berharap proses pergantian kekuasaan pada 20 Oktober nanti dapat berlangsung dengan aman dan bermartabat. Presiden meyakini, jika pilpres ini sukses, maka ke depannya Indonesia akan lebih matang dalam berdemokrasi.

Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menegaskan akan tetap independen dalam memutuskan perkara gugatan Prabowo-Hatta dalam pilpres.

Prabowo-Hatta mendaftarkan gugatan ke MK pada Jumat (25/7) karena menuding telah terjadi kecurangan yang masif, terstruktur, dan sistematis di dalam pilpres. Tim pengacara Prabowo Subianto mengatakan, jutaan kertas suara dinyatakan tidak sah karena telah terjadi kejanggalan di lebih dari 55 ribu TPS di seluruh negeri. MK telah memulai sidang perdana dalam perkara ini pada Rabu (6/8).

Sebelumnya, saat proses rekapitulasi suara oleh KPU pada Selasa (22/7), Prabowo sempat menyatakan sikap menarik diri dari proses pilpres. KPU telah menetapkan pasangan capres cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemenang pilpres 2014 dengan perolehan suara 70.997.833 atau 53,15%. Sementara pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 62.576.444 suara atau 46,85%.