Presiden Irak Kecam Serangan Terhadap Demonstran

Presiden Irak Barham Salih saat memberikan pidato di Chatham House, London26 Juni 2019. (Foto: dok).,

Presiden Irak Barham Salih telah mengecam serangan terhadap para pengunjuk rasa antipemerintah dan media setelah sepekan demonstrasi dan bentrokan terkait yang menewaskan lebih dari 100 orang dan mencederai 6.000 lainnya.

Ia menyebut mereka yang melakukan kekerasan itu sebagai penjahat dan musuh, dan memanfaatkan pidato di televisi pada hari Senin untuk menyerukan dihentikannya eskalasi situasi.

Salih mengatakan Irak telah mengalami cukup banyak kehancuran, pertumpahan darah, perang dan terorisme.

BACA JUGA:

Polisi Irak akan Gantikan Tentara di Sadr City, Baghdad

Militer sebelumnya pada hari Senin (7/10) mengaku menggunakan “kekuatan berlebihan” dalam menghadapi demonstran di kawasan Sadr City, Baghdad.

Pemerintah mengambil langkah menyingkirkan pasukan keamanan dari kawasan itu dan menyerahkan tugas patroli kepada polisi. Para pejabat juga berjanji untuk menuntut pertanggungjawaban setiap anggota pasukan keamanan yang “bertindak salah.”

Protes di Baghdad dan beberapa kota di Irak Selatan telah berkembang dari semula meminta pekerjaan dan perbaikan layanan kota, seperti air dan listrik, menjadi seruan untuk mengakhiri korupsi di negara kaya minyak berpenduduk hampir 40 juta orang itu.

Kabinet Irak mengeluarkan rencana reformasi baru Minggu pagi dalam upaya menanggapi protes yang mengejutkan pihak berwenang. [uh/lt]