Prabowo Janji Jadi Pemimpin untuk Semua

Capres Prabowo Subianto berbicara dalam acara “Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto” di Jakarta, Jumat malam (7/12). (Courtesy: Media Center Prabowo-Sandi)

Calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, berjanji akan menjadi pemimpin untuk semua dan siap membela jika ada warga yang merasa tidak mendapat perlakuan adil. Hal ini disampaikannya dalam acara “Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto” di Jakarta, Jumat malam (7/12).

“Saya diamanahkan dan diberi tugas sebagai calon presiden 2019 dan menerima penugasan itu sebagai kehormatan yang akan saya jalani sebaik-baiknya. Saya mengerti dan paham, jika nanti saya menerima amanah, mandat, dipilih, maka saya akan jadi pemimpin untuk semua suku, agama, ras, etnis. Kalau ada satu warga dari satu kelompok, suku, etnis, ras, agama, yang merasa dizolimi dan tidak menerima keadilan, maka itu tugas pemimpin untuk membelanya,” ujar Prabowo.​

Para pengusaha keturunan Tionghoa meminta selfie bersama Prabowo Subianto dalam acara “Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto” di Jakarta (7/12). (Courtesy: Media Center Prabowo-Sandi)

​Lebih jauh Prabowo memaparkan prinsip-prinsip yang dipegangnya, termasuk untuk tidak mengedepankan satu agama, etnis, atau suku saja. “Yang mayoritas di Indonesia adalah Islam, tetapi yang mayoritas tidak memaksakan bahwa Republik Indonesia harus berdasarkan agama resmi Islam. Yang mayoritas mengalah untuk melindungi, menyertakan, menampung, mengayomi yang agama-agama lain. Juga suku yang mayoritas,” tambahnya sambil kemudian merujuk pada presiden pertama Indonesia, Soekarno, dan beberapa pejuang lain yang tidak mengedepankan satu agama, etnis, suku atau bahasa saja bagi seluruh warga negara.

Dalam acara yang dihadiri sekitar seribu pebinis dan warga keturunan Tionghoa itu, Prabowo Subianto menyampaikan butir-butir Pancasila yang menjunjung tinggi kesatuan dan keberagaman, dan mengutip Deklarasi Kemerdekaan Amerika. “Saya sering mengutip kata-kata kalau tidak salah dari US Declaration of Independence. Mereka sebut “life, liberty dan the pursuit of happiness”. Saya bukan antek Amerika, visa ke Amerika saja saya gak dapat. Tapi jika ada yang baik dari Amerika, kita harus hormati,” tegasnya. Ia juga menyebut keberadaban negara lain – seperti Republik Rakyat China, Australia, Perancis dan Belanda – yang “harus dihormati.”

BACA JUGA: Jangan Lagi ada Pengkambinghitaman Kelompok Minoritas dalam Politik

Bagaimana Pandangan Prabowo akan Etnis Tionghoa?

Menjawab tema besar acara soal pandangannya terhadap keberadaan etnis Tionghoa, secara blak-blakan Prabowo mengatakan “etnis Tionghoa sama dengan etnis lain.”

“Sama dengan Batak, atau Jawa, atau Sunda. Jika ada orang Batak yang brengsek, ada yang baik. Ada orang Sunda yang brengsek, ada yang baik. Ada Banyumas yang baik seperti saya, tapi yang brengsek juga banyak. Orang keturunan Tionghoa banyak yang baik, tapi ada juga yang brengsek,” ujarnya.

Prabowo Subianto (kanan) dan adiknya, pengusaha Hashim Djojohadikusumo (kiri) dalam acara “Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto” Jumat malam (7/12). (Courtesy: Media Center Prabowo-Sandi)

Prabowo menggarisbawahi bahwa sebagai “bagian dari Indonesia, (etnis Tionghoa) sama dengan suku yang lain karena itu punya tanggungjawab dan kewajiban yang sama. Makanya mari kita hidup rukun bersama, mari kita kerjasama dengan baik.”

Prabowo: “Saya yang Berani Calonkan Ahok jadi Wakil Gubernur DKI”

Prabowo mengingatkan warga dan pebisnis Tionghoa yang hadir bahwa ia yang dulu yang mencalonkan Ahok menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

“Dalam setiap saya melangkah, saya tidak membeda-bedakan. Justru saudara paham, saya dulu banyak dimarahi ulama dan tokoh Islam karena saya yang berani mencalonkan Basuki Tjahaya Purnawa (Ahok.red) sebagai wakil gubernur DKI. Saya yang mencalonkan!," tandas Prabowo.

Ia menambahkan, "Apa yang terjadi setelah itu di luar pemikiran dan kemampuan saya. Dan kalau ia (Ahok, red.) kemarin jatuh, jangan ia dijatuhkan karena ia orang Tionghoa atau orang Kristen. Kalau kemarin ia jatuh itu tanggung jawabnya sebagai pemimpin dan pribadi.” [em]

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tiba di pengadilan untuk mendengarkan keputusan hakim atas kasus penistaan agama di Jakarta, Selasa (9/5).