Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinan PM Kamboja Hun Sen berada dalam posisi yang baik untuk memperpanjang kekuasaannya dalam pemilu nasional tahun depan, setelah unggul dalam pemilihan lokal pekan lalu.
Kemenangan ini juga memungkinkan Hun Sen untuk menyerahkan kekuasaan kepada putra sulungnya.
Sebagaimana yang diperkirakan, CPP mendapat keuntungan dari larangan terhadap oposisi utama Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP). Para pendukung CNRP berjuang untuk melakukan reorganisasi sebelum pemungutan suara itu karena ratusan anggotanya sedang diadili atau dipenjarakan.
Namun, Partai Cahaya Lilin, yang bangkit dari sisa-sisa CNRP, memantapkan diri sebagai partai oposisi utama Kamboja. Bersama dengan 17 partai politik lainnya, partai tersebut mengincar ribuan posisi di 1.652 komune. Komune adalah kumpulan tiga hingga 30 desa.
BACA JUGA:
PM Kamboja Dukung Putranya untuk Ambil Alih Kepemimpinan“Pemilihan berlangsung seperti yang banyak diperkirakan, jadi sudah tentu tidak ada kejutan di sini,” kata David Totten, Direktur Pelaksana Emerging Market Consulting di Phnom Penh.
“Mengingat ketidakstabilan di kawasan dan di tingkat internasional, mungkin ada beberapa yang akan bernapas lega karena setidaknya Kamboja – sambil melanjutkan jalur politik yang tidak dapat diterima oleh banyak orang – tidak menyebabkan ketidakstabilan atau kekhawatiran di kawasan ini,” lanjutnya.
Hasil akhir akan diumumkan Komite Pemilihan Nasional pada 26 Juni, tetapi penghitungan awal menunjukkan CPP meraih 72,7% suara, naik dari 50,7% pada 2017, ketika CNRP meraih 44% suara, tidak lama sebelum partai ini dinyatakan terlarang oleh pengadilan.
Tahun ini, Partai Cahaya Lilin meraih 21,78% suara, jauh di bawah hasil yang diraih CPP dan CNRP sebelumnya. Namun ada beberapa keadaan yang menyebabkan demikian.
Warga Kamboja berbaris sebelum memberikan suara di tempat pemungutan suara di Takhmao, di Provinsi Kandal, tenggara Phnom Penh, Kamboja, 5 Juni 2022. (Foto: AP)
Para kandidat oposisi terpecah di antara banyak partai baru. Mantan pemimpin CNRP yang selalu populer, Kem Sokha, tidak ikut dalam pemilihan ini karena ia masih terus dalam tahanan rumah di tengah-tengah persidangan dengan dakwaan pengkhianatan yang masih berlanjut.
Tokoh-tokoh oposisi senior lainnya telah melarikan diri keluar negeri, termasuk ketua bersama CNRP Sam Rainsy.
Ou Virak, ketua lembaga kajian Future Forum yang berbasis di Phnom Penh, mengatakan Partai Cahaya Lilin menunjukkan kinerja yang baik mengingat keadaan itu, dan ini sebagian besar karena kesetiaan terhadap pemimpin lama mereka.
“Terlepas dari seluruh upaya pemerintah untuk menindak keras, menindas, merusak popularitas Sam Rainsy, ini menghasilkan pendukung inti, yaitu kumpulan orang yang tetap setia. Dan menurut saya mereka tetap sangat setia pada politiknya dan kemudian pada politik oposisi,” ujarnya. [uh/ka]