PM Israel akan Langsungkan Pemilu Dini

PM Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana pemilu dini hari Selasa (2/12).

PM Israel Benjamin Netanyahu hari Selasa (2/12) mengatakan pemilu dini akan memberinya “mandat yang kuat” untuk memimpin Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mengadakan pemilu dini setelah memecat dua menteri utamanya akibat perselisihan mengenai sejumlah isu kebijakan.

Dalam pernyataan Selasa (2/12), Netanyahu mengatakan Menteri Keuangan Yair Lapid dan Menteri Kehakiman Tzipi Livni telah “mengecam keras” pemerintahannya dan ia “tidak akan menolerir adanya oposisi didalam pemerintahannya.”

Ia mengatakan pemilu dini akan memberinya “mandat yang kuat” untuk memimpin Israel.

Lapid dan Livni berbeda pendapat dengan Netanyahu dalam sejumlah isu, termasuk RUU kontroversial yang sedianya akan menetapkan Israel sebagai negara bagi orang Yahudi.

Pihak pengecam mengatakan RUU itu, yang akan menghilangkan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi, dapat melemahkan karakter demokrasi Israel dan semakin meminggirkan 20 persen warga Israel keturunan Arab.

Pihak oposisi di pemerintahan juga mengecam anggaran tahun depan, kebijakan pajak dan tingginya biaya hidup.

Netanyahu mengatakan akan secepat mungkin membubarkan parlemen. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan ia tetap akan memenangkan pemilu meski popularitasnya menurun.