PM Inggris Mungkin Salahkan Rusia atas Upaya Pembunuhan Eks Mata-mata

Perdana Menteri Inggris, Theresa May di London, 21 Februari 2018. (Foto: dok).

Surat kabar terkemuka Inggris melaporkan bahwa Perdana Menteri Theresa May bakal segera menyalahkan Rusia atas usaha pembunuhan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, dan “memerintahkan pengusiran dan sanksi terhadap rezim Presiden Rusia Vladimir Putin.”

Laporan harian "Times of London" yang dimuat dalam situs internet surat kabar itu Senin pagi (12/3) mengatakan “pengumuman mungkin akan dikeluarkan secepatnya hari ini seusai rapat Dewan Keamanan Nasional.”

Setelah memimpin rapat dewan keamanan nasional pemerintah, di mana dia mendapat pengarahan tentang peracunan Sergei Skripal dan putrinya Yulia, May akan berbicara di Parlemen.

Baca juga: Sisa Gas Syaraf Ditemukan di Salisbury, Inggris, Tak Bahayakan Publik

Harian itu mengatakan para menteri akan mendengarkan “laporan intelijen terbaru” mengenai serangan terhadap Skripal dan putrinya, keduanya sedang dirawat di rumah sakit dalam keadaan gawat.

Laporan "Times of London" itu mengatakan sumbernya “mengemukakan bahwa polisi serta dinas keamanan telah mengumpul cukup bukti untuk mengaitkan Moskow dengan percobaan pembunuhan itu.

Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Senin, Inggris harus menjelaskan posisinya mengenai keracunan itu, sebelum Rusia setuju untuk membicarakannya.

"Selesaikan hal-hal itu dari sisi Anda dan kemudian kami akan membicarakannya dengan Anda," kata Presiden menanggapi pertanyaan seorang wartawan BBC, demikian kantor berita Interfax melaporkan.

Rusia membantah tuduhan terlibat dalam serangan itu, dan sebelumnya mengatakan, Rusia tidak terkiat dengan penyelidikan, karena korban bekerja untuk intelijen Inggris dan serangan itu terjadi di Inggris.

May sebelumnya menampik memberi komentar tentang apakah Rusia bisa dituduh sebagai pelaku serangan itu, tetapi berjanji Inggris akan memberi tanggapan yang tepat.

Pejabat kesehatan Inggris mengatakan hari Minggu, jejak racun saraf yang dicurigai digunakan dalam percobaan pembunuhan di Salisbury itu, ditemukan di sebuah tempat minum dan restoran yang dikunjungi pasangan tersebut, namun risikonya terhadap kesehatan masyarakat tetap rendah.

Pejabat kesehatan mengatakan, mereka yang mengunjungi tempat minum Mill dan restoran Zizzi di Salisbury, Inggris barat daya itu pada tanggal 4 dan 5 Maret, harus berhati-hati, dan mengambil tindakan pencegahan sederhana, termasuk mencuci pakaian mereka. [gp/ps/jm]