Australia memperkuat pangkalan militernya di Northern Territory, termasuk fasilitas untuk melatih para kadet aborigin, dan lainnya yang menjadi tuan rumah latihan bersama dengan Marinir AS di wilayah tersebut.
Berbicara di barak tentara Robertson di Northern Territory, Perdana Menteri Scott Morrison menegaskan rencana 10 tahun bernilai $6 miliar untuk meningkatkan fasilitas pertahanan itu dimaksudkan untuk menjaga perdamaian di wilayah yang “tidak pasti” dan tidak untuk mempersiapkan konflik. Dia menanggapi pertanyaan dari media tentang ketegangan baru-baru ini dengan Beijing terkait Taiwan.
“Semua tujuan kami di sini dengan aktivitas pasukan pertahanan kami dirancang untuk menjaga perdamaian. Itulah tujuan pemerintah kami,” kata Morrison.
Morrison membantah investasi besar di pangkalan militer di Australia utara itu untuk mengirim pesan ke China. Para menteri dan analis mengatakan ekspansi militer China di Laut Cina Selatan dan tindakan keras China terhadap para aktivis demokrasi di Hong Kong telah menjadi perhatian strategis yang besar bagi Canberra.
BACA JUGA:
Australia Peringati 25 Tahun Pembantaian Massal yang Ubah UU SenjataMorrison juga membela komentar menteri pertahanan Australia yang baru, Peter Dutton, yang mengatakan kemungkinan konflik dengan China atas Taiwan tidak boleh “diabaikan.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian Rabu menyebut politisi Australia itu sebagai “pembuat onar sejati” dan menyatakan kekhawatiran Australia tentang ancaman yang ditimbulkan oleh China sebagai “tidak etis.”
Hubungan bilateral Australia-China kini sangat buruk sehingga dilaporkan bahwa para menteri pemerintah Australia selama berbulan-bulan tidak dapat berbicara dengan mitra-mitra mereka di China, yang menolak panggilan telepon mereka. [lt/ka]