Pimpinan IMF: Tiongkok Butuh Mata Uang Dengan Nilai Tukar Lebih Kuat

Pemimpin IMF Christine Lagarde (foto: dok).

Christine Lagarde mengatakan Tiongkok perlu mata uang dengan nilai tukar yang lebih kuat dan memuji keberhasilan pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai negara itu.

Pimpinan Dana Moneter Internasional mempromosikan peran Asia yang penting dalam pemulihan ekonomi global dan mendesak kawasan itu agar siap sekiranya terjadi lagi resesi dunia.

Dalam pidatonya hari Rabu dalam Forum Keuangan Internasional di Beijing, Christine Lagarde mengatakan kebangkitan ekonomi Asia adalah kisah keberhasilan ekonomi yang menentukan dalam era modern.

Lagarde terutama memuji pertumbuhan ekonomi Tiongkok, yang menurutnya telah mengangkat 500 juta orang dari kemiskinan dalam 20 tahun terakhir. Dia mengatakan Tiongkok membutuhkan mata uang yang lebih kuat dalam nilai yang sesungguhnya.

Amerika Serikat dan Uni Eropa mengatakan Beijing telah dengan sengaja merendahkan nilai mata uangnya untuk membantu ekspor dan memperlemah impor.

Lagarde juga mendesak Tiongkok agar beralih dari ekonomi yang dimotori ekspor menjadi ekonomi yang digalakkan oleh konsumsi dalam negeri.