Pertempuran Terus Berlanjut di Damaskus, Oposisi Mulai Bentuk Pemerintahan Koalisi

Burhan Ghalioun, pemimpin oposisi Nasional Suriah (SNC) (kiri) berjabat tangan dengan salah seorang peserta rapat di Doha, Qatar untuk membentuk wakil pemerintah Suriah di pengasingan (4/11).

Kelompok Syrian Observatory for Human Rights melaporkan pertempuran yang terus berlangsung antara pasukan pemberontak dan pemerintah di ibukota Damaskus, sejak Minggu (4/11).
Kelompok Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan, pertempuran pasukan pemberontak dan pemerintah yang telah berlangsung sejak hari Minggu (4/11) terus berlanjut hingga Senin (5/11) di dua kawasan permukiman di Damaskus -- Tadamon dan Yarmuk – yang terletak dekat sebuah kamp pengungsi Palestina.

Para aktivis mengatakan jet-jet pemerintah membombardir beberapa kawasan lain di Damaskus.

Sementara itu faksi-faksi oposisi Suriah yang terpecah-pecah, hari Minggu memulai pembicaraan yang dimaksudkan untuk membentuk kubu bersama guna meraih pengakuan internasional dan memperkuat peluang mereka menyingkirkan Presiden Bashar al-Assad.

Hari pertama dari pertemuan empat hari di ibukota Qatar, Doha, itu difokuskan pada pengubahan Dewan Nasional Suriah, kelompok oposisi terbesar di luar Suriah, menjadi wakil pemerintah di pengasingan.

Para pemimpin Dewan menyatakan kelompok ini diperkirakan akan meluas, dari sekitar 200 anggota menjadi 400 anggota.

Suatu pertemuan terpisah gerakan oposisi yang lebih luas di Doha juga bertujuan untuk membentuk koalisi bersatu yang akan mencakup para pejuang pemberontak dan pihak-pihak lain di dalam Suriah.