Pergolakan di Timur Tengah dan Afrika Utara Munculkan Berbagai Penyakit Tropis

  • Vidushi Sinha

Dengan maraknya pergolakan di Timur Tengah dan Afrika Utara, penyakit tropis seperti leishmaniasis kulit juga ikut menyebar.

Menurut sebuah penelitian baru, pergolakan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara menyebabkan penyebaran atau munculnya kembali berbagai macam penyakit tropis yang berdampak pada sekitar 65 juta orang.

Sekelompok penyakit yang disebut Penyakit Tropis yang Diabaikan atau NTDs menambah masalah di Timur Tengah dan Afrika Utara. Penyakit-penyakit ini biasanya melanda negara-negara miskin, tetapi penelitian baru mengatakan NTDs juga lazim di banyak negara berpendapatan menengah seperti Mesir, Arab Saudi, Maroko dan Yaman.

Dr Peter Hotez dari National School Tropical Medicine di Fakultas Kedokteran Universitas Baylor, Texas, yang merupakan peneliti utama penelitian tersebut, mengatakan, ia dan rekan-rekannya mendapati beban penyakit-penyakit tropis yang sangat besar di wilayah ini.

"Penyakit Tropis yang Diabaikan melanda Mesir dan Yaman secara tidak proporsional. Jadi, di kedua negara ini terdapat penyakit-penyakit menular seperti cacing usus, kaki gajah, dan schistosomiasis, serta penyakit seperti fascioliasis. Saya cenderung menyebutnya sebagai penyakit-penyakit yang belum pernah kita dengar, " ujar Dr. Hotez.

Tim peneliti juga heran dengan prevalensi dan munculnya lagi beberapa perebakan penyakit seperti leishmaniasis kulit, yang disebabkan oleh lalat pasir, dan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia seperti brucellosis – penyakit yang ditlarkan lewat bakteri yang berasal dari sapi dan domba.

Mereka mengatakan, penyakit yang biasa ditemukan di negara miskin ini tidak menjadi prioritas di negara-negara yang sarat konflik di mana sistem masyarakat dan kesehatan publik acapkali ambruk.

Penyakit Tropis yang Diabaikan atau NTDs berdampak pada sekitar 65 juta orang di Timur Tengah dan Afrika Utara (foto: dok).

Dr Hotez mengatakan, strategi langsung untuk menekan naiknya tingkat penularan adalah dengan meningkatkan upaya pemberian obat secara massal, terutama untuk schistosomiasis, infeksi cacing usus, dan kusta.

Julie Jacobson, pejabat senior pada Yayasan Bill dan Melinda Gates, LSM terkemuka bagi kampanye global untuk memberantas NTDs, mengatakan, penelitian itu mengacu pada masalah kesehatan masyarakat yang terdapat di banyak negara yang dilanda konflik, dan hal ini menggarisbawahi perlunya kewaspadaan.

"Orang melihat masalah kesehatan terlalu berat, terlalu sulit, dan tidak bisa diatasi - dan di sini sudah ada beberapa masalah yang bisa teratasi dengan biaya tidak mahal. Biayanya cukup murah. Lima puluh sen per orang per tahun rata-rata akan mengatasi tujuh di antara penyakit-penyakit ini, dan di luar itu banyak obat yang disumbangkan untuk program-program tersebut," ujar Jacobson.

Pemberantasan NTDs juga akan membutuhkan pembuatan obat dan vaksin baru. Peter Hotez berharap akan mendapat dana untuk mendukung penelitian lebih banyak di wilayah ini, terutama pada obat-obatan untuk mengobati sebagian penyakit tropis yang paling mematikan dan sangat tinggi prevalensinya seperti demam berdarah dan leishmanaisi.