Perancis: NATO Tidak Berbuat Cukup di Libya

Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe

Menlu Perancis mengatakan NATO harus berbuat lebih banyak untuk menghancurkan persenjataan berat pemimpin Libya Moammar Gaddafi.

Perancis mengecam NATO karena gagal berbuat cukup banyak untuk melindungi warga sipil di Libya

Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe mengatakan kepada radio Perancis bahwa NATO harus memainkan perannya dengan sepenuhnya dan berbuat lebih banyak untuk menghancurkan persenjataan berat pemimpin Libya Moammar Gaddafi. Juppe mengatakan dia akan mengangkat hal tersebut dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa hari Selasa dan dengan para menteri NATO dalam pekan ini.

Pesawat-pesawat tempur NATO memulai serangan udara bulan lalu setelah Perserikatan Bangsa Bangsa mengesahkan resolusi yang memberlakukan zona larangan terbang di angkasa Libya dalam usaha untuk melindungi kaum sipil yang diserang oleh pasukan Gaddafi.

Meskipun dengan adanya serangan-serangan udara tersebut, pertempuran terus terjadi di dua front antara pasukan pemberontak dan pasukan pro-Gaddafi.

Pada hari Senin, pemerintahan sementara pemberontak Libya menolak rencana gencatan senjata yang diusulkan oleh Uni Afrika, dengan menyebut opsi itu “kadaluwarsa,” karena rencana tersebut tidak mengindahkan tuntutan utama mereka bahwa Gaddafi dan putra-putranya harus melepaskan kekuasaan dan segera meninggalkan Libya.