Penyelidikan PBB menyimpulkan bahwa pemerintah Suriah atau sekutu-sekutunya bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah, rumah sakit, dan dua fasilitas sipil lainnya, tetapi penyelidikan itu menghindari secara khusus menyalahkan sponsor militer utama Suriah, Rusia, yang mengundang kecaman dari para aktivis HAM.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam laporan itu, yang ringkasannya dirilis tanggal 6 April, dan juga PBB karena mengadakan penyelidikan yang sangat terbatas.
Kelompok-kelompok HAM telah lama mendorong badan dunia itu untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang yang dilakukan selama konflik sembilan tahun, yang telah menghancurkan Suriah dan menewaskan ratusan ribu orang.
Ringkasan dari laporan rahasia setebal 185 halaman itu mengatakan bahwa empat fasilitas sipil – fasilitas penitipan anak, rumah sakit, sekolah, dan pusat perawatan kesehatan – dijadikan sasaran, dan “sangat mungkin” bahwa pasukan pemerintah Suriah, atau sekutunya, bertanggung jawab. [lt/ii]