Penghentian Sementara Vaksin J&J Semakin Hambat Vaksinasi di Eropa

Penggunaan vaksin COVID-19 produksi Johnson & Johnson dihentikan sementara sebagai langkah kehati-hatian.

Pejabat-pejabat kesehatan Amerika merekomendasikan segera penghentian sementara penggunaan vaksin COVID-19 produksi Johnson & Johnson, setelah dilaporkan enam kasus pembekuan darah di Amerika. Keputusan itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Pangan (FDA), diambil sebagai langkah “kehati-hatian."

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Selasa, CDC dan FDA mengatakan sedang menyelidiki penggumpalan darah yang tidak biasa pada enam perempuan, yang terjadi 6 hingga 13 hari setelah vaksinasi. Mereka mencatat enam kasus itu terjadi dari hampir 7 juta dosis vaksin yang diberikan. Keenam perempuan itu berusia antara 18 dan 48 tahun, dengan dilaporkan satu kematian dan semua masih diselidiki.

Vaksin Johnson & Johnson adalah yang kedua yang dikaitkan dengan potensi penggumpalan darah.

BACA JUGA: AS Serukan Penghentian Sementara Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson

Menanggapi keputusan Amerika, Johnson & Johnson menunda peluncuran vaksin COVID-19 di Eropa. Penundaan itu semakin menghambat upaya vaksinasi di negara-negara anggota Uni Eropa, yang telah terhambat kekurangan pasokan, masalah logistik dan kekhawatiran atas penggumpalan darah yang tidak biasa pada sejumlah kecil orang yang menerima vaksin AstraZeneca.

Di Madrid, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan ia belum mengetahui laporan tentang penggumpalan darah yang berpotensi berbahaya terkait vaksin Johnson & Johnson. Tetapi, ia menekankan bahwa semua vaksin yang diberikan di Eropa dan Amerika sejauh ini dianggap aman.

"Analisis risiko-manfaat, tanpa diragukan, menunjukkan manfaat vaksin dalam menyelamatkan nyawa, dalam menjaga kesehatan masyarakat, mengimunisasi semua orang, singkatnya, dalam upaya mengatasi pandemi ini secara definitif," kata Sanchez.

Your browser doesn’t support HTML5

Penghentian Sementara Vaksin J&J Semakin Hambat Vaksinasi di Eropa


Kepada TV Inggris Sky News, profesor penyakit menular Inggris dan anggota Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI), Robert Read, mengomentari keputusan Amerika. Ia mengatakan, penggumpalan darah yang langka itu, yang dikaitkan dengan penurunan jumlah trombosit, adalah "fenomena yang sama sekali berbeda" dari jenis penggumpalan darah yang lebih umum.

''Ini sindroma yang sangat khusus, sama sekali tidak terkait dengan bentuk pembekuan darah lainnya. Dan sejauh ini, menurut kami, tidak ada kaitan,'' ujar Read.

Your browser doesn’t support HTML5

Penghentian Sementara Vaksin J&J Semakin Hambat Vaksinasi di Eropa


Kementerian kesehatan Jerman mengatakan akan menanggapi peringatan apa pun tentang vaksin Johnson & Johnson dengan serius.

Koordinator Tim Penanggulangan COVID-19 Gedung Putih Jeff Zients dalam pernyataan Selasa mengatakan keputusan untuk menghentikan sementara vaksin Johnson & Johnson tidak akan berdampak signifikan pada program vaksin nasional. Sejauh ini, tidak sampai lima persen dari vaksin tersebut yang diberikan. [ka/jm]