Pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel Picu Demo di Banyak Negara

Para demonstran membawa bendera Palestina saat protes menentang keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, di Lapangan Republik di Paris, Perancis, 9 Desember 2017.

Pasukan keamanan Lebanon di luar kedutaan Amerika di Beirut hari Minggu (10/12) menggunakan semprotan air dan gas air mata untuk memukul mundur pemrotes Lebanon dan Palestina yang menentang keputusan Presiden Amerika Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pemrotes di Beirut melemparkan benda-benda ke kedutaan dan membakar patung Trump, serta bendera Amerika dan Israel.

Ribuan orang pengungsi Palestina tinggal di Lebanon.

Di Indonesia, ribuan pemrotes melancarkan demonstrasi hari Minggu di luar Kedutaan Besar Amerika di Jakarta.

Seorang demonstran di Jakarta mengatakan kepada Reuters bahwa "Trump telah mengganggu perdamaian dunia."

Polisi di kota Gothenburg, Swedia, telah menangkap 3 orang karena dituduh melemparkan bom api ke sebuah sinagog atau rumah ibadah Yahudi. Seorang jurubicara polisi mengatakan hari MInggu insiden itu sedang diselidiki sebagai usaha pembakaran.Tidak ada yang cedera dalam insiden itu.

Para pejabat di Stockholm mengatakan keamanan telah diperketat sekeliling sebuah sinagog di ibukota Swedia itu.

Sebelumnya hari Minggu, Liga Arab mengatakan keputusan Presiden Amerika Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah "perkembangan yang berbahaya yang menempatkan Amerika Serikat pada kedudukan yang condong ke pendudukan dan pelanggaran hukum dan resolusi internasional." [gp]