Pengacara HAM Kirgizstan, Azizbek Ashurov Terima 'Nansen Refugee Award'

Pengacara HAM Kirgizstan, Azizbek Ashurov berbicara dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Rabu (2/10).

Pengacara HAM Kirgizstan, Azizbek Ashurov, yang membantu mengakhiri status tanpa kewarganegaraan di negerinya, tahun ini mendapat hadiah Nansen Refugee Award dari komisaris tinggi urusan pengungsi PBB.

Lebih dari 10 juta orang diseluruh dunia tidak punya kewarganegaraan, dan banyak orang di Myanmar, Turki, Dominika dan Zimbabwe berada dalam keadaan itu. Orang-orang itu tidak punya hak sebagai warga negara, tidak punya hak untuk bekerja, sekolah, mendapat perawatan kesehatan, kawin dan bahkan mendaftarkan kelahiran. Mereka seringkali disebut sebagai “hantu-hantu nasional.”

Kirgizstan adalah negara pertama di dunia yang berhasil menghilangkan status tanpa kewarganegaraan itu. Azizbek Ashurov dan organisasinya Pengacara Tanpa Tapal Batas telah membantu lebih dari 10.000 orang mendapat kewarganegaraan Kirgizstan.

Setelah runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, banyak orang terlantar di negara-negara yang baru terbentuk, karena paspor Rusia mereka dinyatakan tidak berlaku, dan mereka tidak bisa membuktikan dimana mereka lahir. Ashurov dan keluarganya terdapat di antara orang-orang seperti itu.

Ashurov mengatakan bahwa ia berusaha mengubah status keluarganya dan membantu ribuan orang lainnya mendapat kewarganegaraan. Ia berhasil meyakinkan pemerintah bahwa mengakhiri status tanpa kewarganegaraan itu akan menguntungkan orang yang bersangkutan dan juga negara.

“Tim kami mengikut-sertakan para pejabat yang mengurus paspor, dan kami bekerja sama mengunjungi kawasan pedesaan dan pegunungan, seringkali dengan naik kuda, karena sulitnya medan. Kini, setelah lima tahun, tidak ada lagi orang yang tidak punya kewarganegaraan di Kirgizstan,” tukasnya.

Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi Filippo Grandi memuji usaha Ashurov itu, dan mengatakan ini adalah hadiah pertama yang diberikan kepada seseorang yang membantu proses itu.

Tapi tugas Ashurov masih belum selesai. Ia dan timnya membentuk tim-tim bantuan hukum yang pergi ke kawasan-kawasan terpencil di negara Asia Tengah itu untuk mencari orang-orang yang rentan dan terpinggirkan supaya bisa mendapat kewarganegaraan yang resmi. (ii/em)