Pemimpin Hamas di Gaza Tetap Ingin Gencatan Senjata

Pemimpin Hamas di Gaza, Mahmoud Zahar

Mahmoud Zahar mengatakan demikian hari Jumat dalam pertemuan di kota Khan Yunis, Gaza selatan.

Seorang pemimpin Hamas mengatakan organisasi militan Palestina itu tetap menghendaki gencatan senjata dengan Israel, walaupun ada peningkatan serangan roket dari Gaza. Mahmoud Zahar mengatakan demikian hari Jumat dalam pertemuan di kota Khan Yunis, Gaza selatan.

Dalam beberapa hari ini, pesawat-pesawat tempur Israel telah melakukan serangan udara terhadap Gaza, dan Hamas menembakkan roket dan mortir ke Israel selatan.

Hari Jumat, pesawat-pesawat tempur Israel kembali menyerang beberapa lokasi di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, mencederai sekurang-kurangnya dua orang setelah para militan di sana menembakkan roket dan mortir ke Israel selatan.

Militer Israel mengatakan mereka melakukan tiga serangan udara Jumat malam terhadap tempat-tempat militan di Gaza sebagai balasan terhadap tembakan roket dan mortir itu, yang tidak menjatuhkan korban di pihak Israel. Israel mengatakan tempat-tempat yang diserang mencakup terowongan-terowongan di perbatasan Gaza-Mesir tempat para penyelundup mengangkut senjata dan barang-barang lain ke wilayah Palestina.

Para saksi mata Palestina mengatakan sebuah serangan udara Israel juga menghantam kamp latihan militer Hamas di Gaza tengah, mencederai paling sedikit dua orang, yang identitas mereka belum diketahui.

Pertempuran lintas perbatasan antara Israel dan militan Gaza telah meningkat dalam beberapa hari belakangan ini, meskipun dengan adanya gencatan senjata tidak resmi yang disetujui kedua pihak bulan Januari 2009 pada akhir perang Israel-Hamas yang berlangsung selama 22 hari.

Militan Palestina telah menembakkan sekurang-kurangnya 26 roket dan mortir ke Israel selatan sejak hari Minggu, yang salah satunya mencederai seorang anak perempuan Israel dekat sebuah sekolah Taman Kanak Kanak.