Aliansi Global Luncurkan Uji Coba Obat TBC Baru

Di seluruh dunia, Tuberkulosis membunuh hampir 4000 orang setiap hari.

Aliansi global ahli kesehatan masyarakat dan swasta memperingati hari TBC sedunia 2012 dengan meluncurkan uji coba obat TBC baru.
Hampir 4000 orang meninggal akibat Tuberculosis (TBC) setiap harinya di seluruh dunia. Para pejabat kesehatan masyarakat mengatakan upaya pengendalian TBC sangat membutuhkan obat baru.

Aliansi TBC meluncurkan uji klinis obat baru melawan infeksi pernafasan yang mematikan dan sangat menular ini di delapan wilayah di Afrika dan Amerika Selatan. Obat-obat baru ini mengandung obat anti bakteri baru yang bisa membunuh basil TBC lebih cepat dalam kombinasi dengan obat yang sudah dikenal, dan sering digunakan.

Para pejabat senior pemerintah di Amerika menyambut percobaan yang diharapkan bisa mengendalikan penyakit yang menjadi semakin kebal terhadap obatan-obatan yang ada tersebut.

Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan obat-obatan ini akan diuji terhadap jenis TBC yang sensitif maupun kebal terhadap obat. "Ini merupakan langkah maju penting dalam usaha luas sejak beberapa tahun untuk mengembangkan kombinasi obat-obatan melawan TBC,” ungkap Dr Anthony Fauci.

Dr Mel Spigelman , presiden Aliansi Global untuk Pengembangan Obat TBC, yakin obat-obat baru tersebut bisa mengubah upaya pengobatan TBC di seluruh dunia . Dia mengatakan siklus pengobatan baru akan lebih pendek dan lebih murah daripada obat-obat yang ada sekarang yang harus diminum selama enam sampai 30 bulan.

Dr Janet Woodcock dari Badan Pangan dan Obat-Obatan Amerika mengatakan TBC dapat lebih baik dikontrol jika ada persediaan lengkap obat-obatan baru melawan penyakit tersebut, karena seiring waktu, bakteri menjadi tahan terhadap kombinasi obat yang berbeda.

Robert Clay dari US Agency for International Development mencatat saat ini 10 obat-obatan eksperimental TBC sedang menjalani uji klinis. Sebagian besar penelitian didukung oleh dana dari Amerika dan negara-negara donor lainnya.

Walaupun demikian, para ahli mengatakan bahkan setelah obat-obat itu disetujui, mungkin harus menunggu bertahun-tahun sebelum obat-obatan tersebut menjadi bagian dari cara pengobatan TBC biasa.

Para ahli mengatakan jika kita ingin memenangkan perang melawan TBC, keseluruhan rantai pengobatan, dari pengembangan obat sampai ke pengiriman harus dilakukan secara efisien.