Pejabat UEA Kunjungi Iran untuk Pembicaraan Maritim

Garda Revolusi Iran mengarahkan senjata ke arah kapal tanker minyak berbendera Inggris "Stena Impero", yang disita di Selat Hormuz, Jumat (19/7) di pelabuhan Bandar Abbas, Iran saat latihan militer di kawasan tersebut, Minggu, 21 Juli 2019. (Foto: dok).

Sejumlah pejabat dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Iran telah bertemu untuk membahas keamanan maritim untuk pertama kalinya dalam enam tahun di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk Persia.

Seorang pejabat Emirat, yang berbicara dengan syarat namanya dirahasiakan karena tidak berwenang membahas pembicaraan itu, mengatakan pertemuan itu terfokus pada isu-isu yang terkait keamanan perbatasan dan navigasi di perairan bersama. Ia seolah menegaskan bahwa pembicaraan itu bukan sesuatu yang baru dan tidak terkait dengan ketegangan yang terjadi pada saat ini.

Kapal Garda Revolusi Iran mengitari kapal tanker minyak berbendera Inggris "Stena Impero" yang disita di Selat Hormuz, Jumat (19/7) di pelabuhan Bandar Abbas, Iran, 21 Juli 2019. (Foto: dok).

Surat kabar pemerintah Iran, Iran Daily, melaporkan bahwa delegasi Abu Dhabi yang beranggotakan tujuh orang bertemu dengan para komandan perbatasan dan garda pantai Iran, Selasa (31/7). Pertemuan itu, katanya, yang pertama sejak 2013.

UEA adalah sekutu dekat Arab Saudi. Kedua negara Arab di Teluk Persia itu menganggap Iran sebagai musuh regional dan sedang berperang melawan para pemberontak di Yaman yang beraliansi dengan Iran.

UEA telah lama melobi AS untuk memberlakukan kebijakan yang lebih agresif terhadap Iran, namun ketegangan yang meningkat dalam beberapa bulan belakangan, menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik sehingga mendorong UEA untuk menyerukan peredaan ketegangan. [ab/uh]