PBB: Tentara Sudan Tangkap Enam Staf PBB

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Sudan (UNMIS) melakukan patroli di Sudan selatan (11/3).

Ke-6 staf misi PBB di Sudan, yang semuanya berkewarganegaraan Sudan, ditangkap hari Rabu di bandara Kordofan selatan.

Misi PBB di Sudan (UNMIS) mengatakan tentara Sudan telah menangkap enam anggota staf yang sedang dievakuasi dari perbatasan utara-selatan yang rentan. Misi itu mengatakan keenam staf itu – yang semuanya berkewarganegaraan Sudan – ditangkap hari Rabu di bandara Kordofan selatan.

Juru bicara Kouider Zerrouck mengutuk penangkapan itu, dengan mengatakan mereka melanggar kesepakatan jaminan kebebasan bergerak bagi staf PBB dan menghimbau agar keenam staf itu dibebaskan.

Kekerasan terus memuncak di sepanjang perbatasan utara – selatan, selagi Sudan selatan bersiap mendeklarasikan kemerdekaannya 9 Juli.

Presiden Amerika Barack Obama hari Rabu menggambarkan situasi di negara bagian Kordofan selatan itu “mengerikan”, serta mendesak pihak utara dan selatan untuk segera memberlakukan gencatan senjata.

Presiden Obama mengatakan diperoleh sejumlah laporan bahwa serangan-serangan yang terjadi di negara bagian Kordofan selatan didasarkan pada kesukuan. Ia menuduh Pasukan Bersenjata Sudan SAF mengebom warga sipil, melecehkan dan mengintimidasi para penjaga keamanan PBB di kawasan itu.

Presiden Obama mengingatkan jika gencatan senjata tidak diberlakukan, pemerintah Sudan hanya akan menghadapi pengucilan lebih besar dari dunia internasional.

Presiden Obama juga menghimbau pasukan utara, maupun tentara-tentara dalam Tentara Pembebasan Rakyat Sudan SPLA, untuk memperbolehkan akses kemanusiaan bagi warga sipil yang sangat membutuhkan pertolongan.