PBB: 10 Ribu Orang Jadi Korban Perang di Afghanistan

Aktivis pemuda dan perdamaian merayakan gencatan senjata tujuh hari untuk mengurangi kekerasan di Kandahar, Pakistan, 21 Februari 2020.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (22/2) melaporkan konflik di Afghanistan menewaskan lebih dari 3.400 warga sipil dan melukai hampir 7.000 lainnya pada 2019.

Misi Bantuan PBB di Afghanistan (United Nations Assistance Mission in Afghanistan/UNAMA) mengatakan Taliban, ISIS dan kelompok militan lainnya menyebabkan 49 persen dari kematian itu, sedangkan pasukan pro-pemerintah, termasuk koalisi yang dipimpin AS bertanggung jawab atas 43 persen atas kematian. Sisanya terperangkap dalam baku tembak dan insiden terkait konflik lainnya.

Laporan itu muncul ketika gencatan senjata tujuh hari yang telah disepakati, mulai berlaku pada Sabtu (22/2). Gencatan itu membuka jalan bagi AS untuk menandatangani perjanjian perdamaian dengan Taliban pada 29 Februari, yang bertujuan mengakhiri perang Afghanistan yang telah berlangsung 18 tahun.

UNAMA mencatat dalam laporannya jumlah warga sipil yang tewas atau cedera dalam berbagai insiden terkait konflik di Afghanistan dalam 10 tahun terakhir saja melampaui 100.000 korban jiwa.

Kepala UNAMA Tadamichi Yamamoto mengatakan, "Sangat penting bagi semua pihak untuk memanfaatkan momen ini untuk menghentikan pertempuran. Perdamaian sudah lama tertunda."

Taliban menolak laporan UNAMA yang menyebut kelompok pemberontak itu bertanggung jawab bagi sebagian besar korban tewas. Taliban menuduh dalam pernyataan bahwa misi PBB di Afghanistan itu hanya menjalankan kampanye mendukung "okupasi pasukan" Amerika di negara itu. [vm/ft]