Pasukan Dukungan AS Gagalkan Pembobolan Penjara ISIS di Suriah

Seorang anggotaPasukan Demokratik Suriah (SDF) berdiri menjaga sel tahanan di mana sejumlah pria yang diduga menjadi anggota ISIS ditahan dalam sel tersebut yang berada di wilayah timur laut Suriah di kota Hasakeh, pada 26 Oktober 2019. (Foto:

Pasukan keamanan lokal Suriah yang berafiliasi dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung oleh Amerika Serikat mengatakan pada Senin (8/11) bahwa mereka berhasil menggagalkan rencana yang diduga dilancarkan oleh kelompok teroris Islamic State (ISIS) untuk melakukan serangan terhadap penjara yang menahan para pejuang IS di wilayah timur laut Suriah.

Operasi yang dilakukan pada Senin dini hari itu, berlangsung di provinsi timur Deir al-Zour, kata pasukan keamanan internal SDF.

BACA JUGA: Militan ISIS Tingkatkan Serangan di Wilayah Timur dan Tengah Suriah

"Setelah pasukan kami menerima informasi intelijen bahwa komplotan teroris yang berafiliasi dengan ISIS di wilayah Deir al-Zour berencana memulai serangan ke penjara Sina'a di Hasaka, unit anti-teror kami dengan dukungan koalisi internasional mampu mengenali lokasi komplotan itu dan melakukan operasi untuk melawannya," kata SDF dalam sebuah pernyataan.

Dalam baku tembak pada tersebut, seorang anggota ISIS dilaporkan tewas, dan seorang lainnya terluka, serta empat anggota lainnya ditangkap, tambah pernyataan itu. Puluhan senjata api, roket dan alat peledak buatan serta amunisi juga disita dalam operasi itu, menurut SDF.

Tanpa memberikan rincian lebih lanjut koalisi juga mengatakan, satu anggota ISIS tewas dan tiga lainnya ditahan dalam operasi gabungan dengan SDF di Deir al-Zour.

BACA JUGA: Taliban: ISIS Serang Rumah Sakit Militer di Kabul

SDF adalah aliansi militer pimpinan Kurdi yang bermitra utama dengan AS dalam perang melawan ISIS di Suriah.

Sejak ISIS mendeklarasikan kekalahan pada Maret 2019, SDF telah menahan lebih dari 10.000 anggota ISIS, termasuk sekitar 2.000 warga negara asing yang terlah bergabung dengan kelompok teroris tersebut. Sebagian dari mereka ditahan di penjara Sina'a di Hasaka, di mana militan ISIS diduga merencanakan pembobolan penjara. [ps/lt]