Pemerintah Nilai Saham Freeport Jauh di Bawah Harga Penawaran

Tambang Freeport di Papua.

Freeport telah menawarkan sahamnya di Indonesia, termasuk kompleks tambang tembaga dan emas Grasberg, pada harga $1,7 miliar bulan Januari.

Pemerintah telah mengajukan nilai untuk 10,64 persen saham Freeport Indonesia, yang mencapai dua pertiga di bawah angka yang ditawarkan perusahaan tersebut Januari lalu.

Unit penambang tembaga Freeport itu dihargai sekitar US$630 juta (sekitar Rp 8,3 triliun) dan perusahaan induk di AS telah diminta untuk merevisi tawarannya, menurut juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa (26/4).

Freeport telah menawarkan sahamnya di Indonesia, termasuk kompleks tambang tembaga dan emas Grasberg, pada harga $1,7 miliar bulan Januari.

Lewat persetujuan yang dicapai dengan pemerintah pada pertengahan 2014, Freeport harus menjual lebih banyak sahamnya di Grasberg kepada pemerintah dan berinvestasi dalam pemrosesan dalam negeri untuk mendapatkan perpanjangan kontrak yang berakhir tahun 2021.

Freeport berniat berinvestasi $18 miliar untuk memperluas operasinya, termasuk pertambangan bawah tanah, namun perusahaan itu ingin mendapatkan kepastian perpanjangan kontrak dari pemerintah.

"Berdasarkan nilai pergantian, pemerintah menghitung (saham) bernilai sekitar $630 juta," ujar juru bicara Kementerian ESDM Sudjatmiko kepada Reuters, mengacu kepada undang-undang tahun 2013 yang mengatur bagaimana pemerintah menghitung saham pertambangan.

Berdasarkan semua kesepakatan Freeport dengan pemerintah Indonesia, perusahaan itu telah mengindikasikan bahwa penjualan akan didasarkan pada nilai pasar yang pantas, menurut Kepala Eksekutif Freeport Richard Adkerson.

"Hal itu sesuai dengan kontrak kami dan masih menjadi posisi kami," ujar Adkerson dalam konferensi video dengan analis untuk membahas hasil Freeport di kuartal pertama.

Pemerintah ingin meningkatkan kepemilikan di Freeport Indonesia dari 9,36 persen saham saat ini menjadi 20 persen. Sepuluh persen saham lagi harus dijual kepada pemerintah akhir 2019.

"Kami telah meminta Freeport untuk merevisi penawaran mereka. Begitu kita mencapai kesepakatan mengenai harga kita dapat membuat jadwal," tambahnya.

Raksasa pertambangan AS itu menghargai asetnya di Indonesia, salah satu tambang tembaga terbesar di dunia, senilai $16,2 miliar.

Namun jumlah itu segera dikritik oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, yang berharap salah satu dari BUMN, baik Aneka Tambang (Antam) atau produsen aluminium PT Inalum, akan membeli saham-saham itu.

"Kami akan mengkaji dan merespon setiap pernyataan dari pemerintah," ujar Riza Pratama, juru bicara Freeport Indonesia, tanpa merinci lebih jauh.

Penilaian harga saham Freeport didasarkan pada analisis "nilai pasar yang pantas untuk operasi pertambangan Grasberg," ujar Riza. [hd]