MUI Desak Pemerintah Tutup Festival Film Gay

Para anggota Front Pembela Islam (FPI) memprotes penyelenggaraan festival film gay di Jakarta.

MUI mengecam pusat kebudayaan asing yang menayangkan film-film itu, karena bertentangan dengan Islam dan budaya Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia MUI menyerukan agar pemerintah menutup festival tahunan film gay yang sekarang sedang berlangsung.

MUI hari Jumat mengecam pusat-pusat kebudayaan asing yang menayangkan film-film itu, dengan mengatakan bahwa film-film itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan budaya Indonesia.

Q! Film Festival yang kesembilan ditayangkan di enam kota di Indonesia, satu-satunya acara serupa di dunia Muslim.

Kelompok-kelompok Muslim garis keras pekan ini memrotes festival selama satu bulan itu di beberapa teater, membuat dibatalkannya beberapa pertunjukan.

Ketua MUI Ma’aruf Amin mengatakan, pusat-pusat kebudayaan asing, termasuk Pusat Budaya Jerman dan Prancis, seharusnya tidak menayangkan film yang bertentangan dengan nilai-nilai setempat.