Militer AS Terus Cari Helikoper Marinir yang Hilang di Nepal

Korban gempa yang diangkat dari Distrik Sindhupalchok duduk dalam helikopter militer menuju Kathmandu, Nepal (3/5). (Reuters/Navesh Chitrakar)

Seorang pejabat Departemen Pertahanan mengatakan ada delapan orang dalam helikopter itu, yang terdiri dari enam Marinir AS dan dua warga sipil Nepal.

Militer Amerika hari Rabu (13/5) terus mencari satu helikopter Korps Marinir yang hilang di Nepal ketika turut dalam operasi pertolongan pasca gempa-bumi.

Seorang juru bicara Komando Pasifik Amerika mengatakan helikopter itu hilang Selasa malam dekat desa Charikot dalam salah satu daerah yang paling keras dilanda gempa 7,3 Skala Richter hari Selasa.

Dua helikopter turut dalam pencarian Rabu pagi dan satu lagi pesawat terbang akan bergabung dalam operasi itu, kata juru bicara.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan mengatakan ada delapan orang dalam helikopter itu, yang terdiri dari enam Marinir AS dan dua warga sipil Nepal. Ia mengatakan belum ada indikasi bahwa helikopter itu telah jatuh.

Pasukan darat dari tentara Nepal juga mencari helikopter itu dengan berjalan kaki. Para pejabat menyebut daerah sekitarnya “terjal dan bergunung-gungung,” dan menambahkan bahwa kalau helikopter itu mendarat di satu lembah, pesawat itu mungkin tidak akan dapat menggunakan radio untuk memberitahu lokasinya.

Helikopter tersebut, sebuah UH-1Y Huey, adalah anggota satuan tugas pendukung Operation Sahayogi Haat atau Tangan Penolong.

Operasi tersebut, usaha bersama antara militer dan Badan Pembangunan Internasional Amerika, telah mengantarkan hampir 50 ton perbekalan pertolongan, mengangkut 273 personil dan telah meggunakan lebih dari 68 jam terbang di seluruh daerah-daerah gempa di Nepal.