Mayoritas Pemilih AS di Negara Bagian Penentu Tetap Dukung Obama

Meski kondisi perekonomian AS masih belum juga membaik, dukungan pemilih AS bagi Obama di negara-negara bagian penentu masih tetap tinggi (foto: dok).

Meski merasa dalam situasi lebih buruk ketimbang empat tahun silam, mayoritas pemilih yang tinggal di 'swing states' masih lebih mendukung Presiden Barack Obama.
Suatu jajak pendapat baru menunjukkan bahwa mayoritas pemilih di 12 negara bagian penentu dalam pemilihan presiden di Amerika (swing states) merasa dalam situasi yang lebih buruk ketimbang empat tahun silam, tetapi masih lebih mendukung Presiden Barack Obama daripada kandidat lawannya dari partai Republik, Mitt Romney.

Hasil survei yang dilakukan bersama oleh surat kabar USA Today dan lembaga penyelenggara jajak pendapat Gallup itu diterbitkan hari Senin. Survei menunjukkan bahwa sewaktu responden ditanya apakah mereka merasa lebih baik dibandingkan dengan empat tahun silam, 56 persen dari mereka yang berada di swing states menjawab “tidak” berbanding dengan 42 persen yang menjawab “ya”. Lima puluh lima persen responden di 50 negara bagian menjawab “tidak” berbanding 42 persen yang menjawab “ya”.

Empat puluh empat persen responden di swing states itu menyatakan kondisi ekonomi Amerika biasa saja, sedangkan 41 persen menyebutnya buruk, hanya 14 persen yang menyebutnya baik. Tujuh puluh persen responden di swing states dan 72 persen di seluruh negara bagian menyatakan tidak puas dengan kondisi negara, dengan hanya 28 persen di swing states dan 26 persen di 50 negara bagian yang menyatakan puas.

Meskipun demikian, jajak pendapat mendapati bahwa Presiden Obama mengungguli Romney di swing states, dengan perbandingan 47-44 persen, sedangkan Romney memimpin di negara-negara bagian lain yang sudah didominasi oleh partai Demokrat atau Republik (non-battleground states), dengan perbandingan 47-45 persen.

Dua belas negara bagian penentu yang disurvei adalah Colorado, Florida, Iowa, Michigan, Nevada, New Hampshire, New Mexico, North Carolina, Ohio, Pennsylvania, Virginia dan Wisconsin.