Masinis Kereta AS Gegar Otak, Tak Ingat tentang Kecelakaan

Pro Life supporters gather at the Washington Monument to hear Vice President Mike Pence speak at the March for Life rally on Jan. 27, 2017 in Washington, DC.

Masinis kereta Amtrak yang keluar rel, Brandon Bostian (32 tahun) menderita gegar otak dalam kecelakaan itu dan tidak bisa mengingat apa yang terjadi.

Para penyelidik Amerika yang berusaha menentukan mengapa kereta penumpang Amtrak melaju dengan kecepatan lebih dari dua kali batas kecepatan sebelum tergelincir di Philadelphia hari Selasa (12/5) malam.

Namun, pengacara bagi masinis kereta itu mengatakan ia menderita gegar otak dalam kecelakaan itu dan tidak bisa mengingat apa yang terjadi.

Jaksa Robert Goggin mengatakan masinis itu, Brandon Bostian, usia 32 tahun dari New York, tidak sedang menggunakan ponsel pada saat kecelakaan itu Selasa malam atau menggunakan narkoba atau alkohol.

“Dia ingat mengemudikan kereta; dia ingat melewati daerah itu secara umum, tetapi sama sekali tidak ingat akan insiden itu atau sesuatu yang luar biasa,” kata Goggin kepada ABC News.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengatakan kereta Amtrak Wilayah Timur Laut itu meluncur lewat sebuah tikungan dengan kecepatan 170 kilometer per jam. Batas kecepatan yang tertera di tempat itu adalah 80 kilometer per jam.