Mantan Petugas CIA Dinyatakan Bersalah Jadi Mata-mata China

Seorang pria melewati lobi kantor pusat CIA di Langley, Virginia (foto: ilustrasi).

Juri di pengadilan federal Amerika menyatakan seorang mantan petugas Dinas Intelijen Pusat Amerika (CIA), bersalah karena menjadi mata-mata bagi pemerintah China.

Kevin Mallory, berusia 61 tahun dituduh menjual informasi “sangat rahasia” kepada China dengan imbalan mendapat 25.000 dollar. Mallory menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup ketika hakim menjatuhkan vonisnya tanggal 21 September nanti.

Mallory dituduh melanggar Undang-Undang Mata-Mata tahun lalu, setelah kedapatan membawa uang tunai 16.000 dolar ketika ia tiba dari Shanghai dengan pesawat terbang.

Jaksa-jaksa federal mengatakan kejahatan Mallory itu tidak terpisah dari kasus-kasus lain dimana pemerintah China berusaha mengumpulkan informasi rahasia dari Amerika.

“Pemerintah Republik Rakyat China secara terarah dan canggih berusaha mencuri rahasia-rahasia Amerika,” kata Asisten Jaksa Agung AS, John Demers.

“Sidang hari ini menunjukkan bahwa kita harus tetap waspada menghadapi ancaman ini dan menghukum barangsiapa yang membahayakan keamanan negara lewat kegiatan mata-mata,” katanya lagi.

Seluruhnya, kata jaksa penuntut, Mallory menerima pembayaran 25.000 dollar, tapi sebagai perbandingan, tambahnya, mantan perwira intelijen Amerika Ron Hansen kini sedang menghadapi tuduhan kegiatan mata-mata bagi China, di negara bagian Washington. China dilaporkan membayarnya 800.000 dollar. [ii/ps]