Mantan Capres Republik Herman Cain Meninggal Karena Virus Corona

Herman Cain, seorang tokoh konservatif dari Partai Republik meninggal dalam usia 74 tahun.

Herman Cain, seorang pengusaha dan tokoh konservatif dari Partai Republik yang sempat memimpin dalam pemilihan presiden AS tahun 2012, meninggal pada hari Kamis (30/7) karena virus corona. Dia berusia 74 tahun.

Cain telah dirawat di rumah sakit selama sebulan di kota Atlanta, Georgia dan sempat tampak pulih kembali tetapi jatuh sakit lagi dalam beberapa hari terakhir.

Cain menghadiri acara kampanye politik Presiden Donald Trump di Tulsa, Oklahoma, pada 20 Juni yang menyebabkan banyak pesertanya terinfeksi virus coronas. Tapi Cain, yang terlihat tidak mengenakan masker dalam rapat umum itu, mengatakan dia telah melakukan perjalanan secara luas ke tempat-tempat lain pada periode yang sama. Tidak diketahui di mana dia tertular virus yang kini telah membunuh lebih dari 150.000 warga Amerika itu.

Cain adalah ketua Black Voices for Trump atau “Suara Kulit Hitam untuk Trump.”

Cain pernah memegang serangkaian posisi eksekutif perusahaan sepanjang hidupnya, yang paling menonjol dari tahun 1986 hingga 1996 sebagai presiden dan kepala eksekutif Godfather's Pizza, sebuah jaringan nasional yang diubahnya menjadi sebuah usaha yang sukses setelah mengalami kehancuran di ambang kebangkrutan.

Pada tahun 2011, ketika berkampanye untuk nominasi presiden dari Partai Republik 2012, dia mengajukan reformasi pajak yang disebutnya “Rencana 9-9-9” – yakni, pajak transaksi bisnis 9%, pajak penghasilan pribadi 9%, dan pajak penjualan federal 9%. [lt/jm]