Ma'ruf Amin Isyaratkan Perubahan Strategi Nasional

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dalam debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3) malam.( Foto: Dokumentasi TKN Jokowi-Ma'ruf)

Visi dan misi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia tidak berbeda secara signifikan.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengisyaratkan akan ada perubahan strategi Nasional dari pembangunan infrastruktur menjadi pembangunan sumber daya manusia. Hal tersebut disampaikan Ma'ruf saat menutup debat calon wakil presiden, Minggu (17/3) malam di Hotel Sultan, Jakarta.

Namun, Ma'ruf tidak menjelaskan secara gamblang perubahan strategi tersebut. Hanya, Ma'ruf menjelaskan pada awal debat, bahwa nantinya akan ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah untuk membantu anak Indonesia melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas.

Your browser doesn’t support HTML5

Ma'ruf Amin Isyaratkan Perubahan Strategi Nasional

"Kami juga akan melakukan perubahan strategi Nasional dari yang semula titik berat pada infrastruktur kepada pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu kami mohon doa dan restu kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Ma'ruf Amin di Jakarta, Minggu (17/3) malam.

Ma'ruf Amin menambahkan pihaknya juga akan mengeluarkan Kartu Pra Kerja dan Kartu Sembako Murah. Kartu Pra Kerja diperuntukkan bagi pencari kerja agar mendapat latihan dan insentif dari pemerintah ketika belum mendapat pekerjaan. Sedangkan Kartu Sembako diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

"Kami akan mengeluarkan tiga kartu, KIP Kuliah, Kartu Sembako Murah, Kartu Pra Kerja. Untuk apa kartu ini? Supaya anak-anak miskin bisa kuliah, supaya ibu-ibu bisa berbelanja dengan murah, supaya mudah mendapatkan kerja," imbuhnya.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat menjalani debat di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/3) malam.( Foto: Dokumentasi TKN Jokowi-Ma'ruf)

Strategi pasangan nomor urut 01 itu sedikit berbeda dengan calon wakil presiden Sandiaga Uno. Menurut Sandi, perlu ada pembenahan di bidang pendidikan dan kesehatan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia. Antara lain yaitu peningkatan kesejahteraan guru dan pembenahan kurikulum di sekolah agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara di bidang kesehatan, Sandi menjanjikan akan menuntaskan persoalan BPJS dalam 200 hari kerja.

"Di bawah Prabowo-Sandi dalam 200 hari pertama, kita cari akar permasalahannya, hitung jumlahnya berapa. Kita berikan layanan kesehatan yang prima, obat-obatan yang tersedia, tenaga medis harus dibayar tepat waktu. Mereka tidak boleh dihutangi, rumah sakit jangan sampai pelayanannya turun karena tidak dibayar tepat waktu," jelas Sandi.

Sandi menambahkan pihaknya juga telah meluncurkan program Rumah Siap Kerja yang diperuntukkan bagi pencari kerja dan calon-calon pengusaha. Program tersebut akan memberikan pembekalan bagi pencari kerja dan calon pengusaha dengan pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan masing-masing.

"Program Oke Oce dan yang kami launching beserta Rumah Siap Kerja, sanggup menciptakan 2 juta lapangan kerja baru, melalui penciptaan 2 juta wirausaha baru. Kami juga akan mengurangi pengangguran di usia muda sebanyak 2 juta. Saya lahir dari dunia pendidikan, ibu saya guru, paman saya pakar pendidikan, kakek saya kepala sekolah. Saya pastikan guru-guru kesejahteraannya ditingkatkan," tambah Sandiaga. [sm/as]