Kyrgyzstan Siap-siap Hadapi Demonstrasi Baru Oposisi

Demonstrasi di seluruh negara itu akan diadakan hari Rabu untuk memprotes korupsi pemerintah.

Para pendukung oposisi di Kyrgyzstan bersiap-siap hendak melakukan demonstrasi baru setelah bentrokan sengit hari Selasa antara polisi dan para demonstran yang menuntut pengunduran diri Presiden Kurmanbek Bakiyev.

Demonstrasi di seluruh negara itu akan diadakan hari Rabu untuk memprotes korupsi pemerintah dan tingginya harga bahan-bahan keperluan.

Hari Selasa, ratusan demonstran menyerbu sebuah gedung pemerintah di kota Talas, melemparkan batu ke arah polisi dan membakar gambar-gambar presiden Kyrgyzstan. Para demonstran menyandera sebentar gubernur daerah itu.

Pihak berwenang menanggapi dengan menahan beberapa pemimpin oposisi, termasuk Almazbek Atambayev dan mantan ketua parlemen Omurbek Tekebayev.

Perdana Menteri Kyrgyzstan Daniyar Usenov mengatakan 100 tambahan polisi dikirim ke Talas untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut. Akses Internet juga dilaporkan diblokir di banyak daerah.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang mengunjungi Kyrgyzstan pekan lalu sebagai bagian lawatannya ke lima negara di Asia Tengah, menyuarakan keprihatinan mengenai kerusuhan di Talas dan mendesak semua pihak agar mengekang diri.