Kegagalan Moral Jika Negara Kaya Memperoleh Lebih Banyak Vaksin

Seorang petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada seorang pria di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, 16 Januari 2021.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan, dunia “di ambang kegagalan bencana moral” karena pembagian vaksinasi Covid-19 yang tidak setara.

Berbicara pada pertemuan dewan eksekutif WHO di Jenewa, Senin (18/10), Direktur Eksekutif Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, "tidak benar bahwa orang dewasa yang lebih muda dan lebih sehat di negara kaya divaksinasi, sebelum petugas kesehatan dan orang tua di negara-negara miskin menerima vaksin."

“Lebih dari 39 juta dosis vaksin kini telah diberikan di setidaknya 49 negara berpenghasilan tinggi. Hanya 25 dosis diberikan di satu negara dengan pendapatan terendah, bukan 25 juta, bukan 25 ribu. Hanya 25”, katanya.

Tedros mengatakan, jika negara kaya tidak berbagi vaksin Covid-19 dengan negara miskin, "kegagalan ini akan dibayar dengan nyawa dan mata pencaharian."

Ia menambahkan, pada akhirnya pendekatan “saya yang pertama" dalam menerima vaksin "hanya akan memperpanjang pandemi".

Senin (18/1) malam, Gedung Putih memastikan, Presiden Donald Trump mencabut larangan perjalanan terkait virus corona pada sebagian besar warga non-AS yang datang dari sebagian besar negara Eropa dan Brazil, mulai 26 Januari. [ps/ft]