Jumlah Pemilih dalam Pemilu Bahrain Sedikit

Seorang wanita menggunakan hak pilihnya di kota Hamand, Bahrain (24/9).

Sedikitnya jumlah pemilih di Bahrain, karena kelompok Syiah yang beroposisi telah memboikot pemilu parlemen.

Pemilih dalam pemilu hari Sabtu di Bahrain dan Uni Emirat Arab jumlahnya sedikit. Di Bahrain, kelompok Syiah yang beroposisi telah memboikot pemilu parlemen yang bertujuan mengisi 18 kursi yang dikosongkan bulan Februari, ketika anggota parlemen beraliran Syiah dari partai Wefaq mengundurkan diri untuk memprotes tindakan keras berdarah pemerintah terhadap demonstran pro-demokrasi. Empat calon untuk 18 kursi itu tidak memiliki pesaing.

Para saksi mata di Bahrain mengatakan jumlah pemilih dalam pemilu hari Sabtu sangat sediktit, namun media pemerintah mengutip Perdana Menteri Pangeran Khalifa bin Salman al-Khalifa yang mengatakan jumlah "besar" pemilih telah menunjukan kesediaan warga untuk berupaya bersama membangun demokrasi dan persatuan nasional. Hasil awal diperkirakan akan keluar Minggu pagi.

Di UAE, para pemilih yang ditunjuk langsung oleh penguasa Emirates memberikan suaranya untuk memilih separuh dari anggota Dewan Penasehat Nasional.

Pemungutan suara itu berlangsung untuk kedua kalinya dalam sejarah UAE dimana tujuh negarabagain emirat secara bergiliran menunjuk perwakilannya. Dewan itu tidak memiliki kekuasaan legislatif dan hanya bisa memberi rekomendasi kepada pemerintah yang berkuasa.