Hari Polio Sedunia: Pakistan dan Afghanistan Optimis Berantas Polio

Seorang petugas kesehatan memberikan imunisasi polio kepada seorang anak di kawasan kumuh di Mumbai, India, 27 Juni 2021. (Foto: AP Photo/Rafiq Maqbool)

Pakistan dan Afghanistan, dua negara yang masih memiliki penyakit polio yang melumpuhkan anak-anak, pada Minggu (24/10) memperingati Hari Polio Sedunia di tengah kegembiraan dan harapan untuk memberantas penyakit itu.

Dua negara yang bertetangga itu merupakan blok di mana penyakit itu menjadi endemik. Namun, masing-masing negara telah mendeteksi hanya ada satu kasus polio pada 2021 ini, dibandingkan dengan 53 kasus di Afghanistan dan 81 kasus di Pakistan pada Oktober 2020. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), jumlah kasus pada 2021 ini merupakan jumlah terendah dalam sejarah.

BACA JUGA: PBB Siapkan Kampanye Vaksinasi Polio untuk Anak-Anak di Afghanistan

Kampanye vaksinasi polio di Pakistan telah menghadapi tantangan, khususnya selama dua tahun terakhir karena keraguan atas vaksin dan pandemi COVID-19 yang menimbulkan jeda selama lima bulan dalam kampanye imunisasi polio yang dimulai pada Maret 2020.

Aziz Memon dari Rotary International – badan yang mengkoordinasikan program pemberantasan polio secara global – mengatakan kepada VOA, “kini kami punya alasan untuk menjadi optimis.” Hal itu, menurutnya, dikarenakan tren penurunan kasus polio yang dilaporkan dan sampel lingkungan negatif menunjukkan “kinerja positif” pemberantasan polio di Pakistan dan Afghanistan.

Sebuah poster kampanye vaksinasi polio dipasang di sebuah bajaj yang melintas di sebuah pasar di Peshawar, Pakistan, 2020.

Memon menekankan perlunya memanfaatkan apa yang digambarkannya sebagai kesempatan “yang belum pernah terjadi sebelumnya” untuk menghentikan penularan polio.

“Kita saat ini berada di musim perebakan polio yang tinggi di Afghanistan dan Pakistan, jadi tidak ada saat lebih penting untuk memastikan agar imunisasi dan pengawasan polio menjadi prioritas utama, terutama karena pandemi masih terus mengancam program imunisasi di seluruh dunia,” tegasnya.

BACA JUGA: WHO: Jutaan Anak-Anak Kehilangan Vaksinasi Dasar Semasa Pandemi COVID

Memon menambahkan pembatasan gerakan publik untuk mencegah perebakan COVID-19 menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan kasus polio di Pakistan baru-baru ini.

“Penangguhan transportasi umum antar dan dalam kota selama kebijakan lockdown telah membatasi banyak keluarga nomaden bepergian ke kota lain untuk mencari peluang kerja,” ujarnya.

Memon mengatakan dimulainya kembali kampanye vaksinasi polio secara massal dan kekebalan alami yang timbul akibat wabah polio di tahun-tahun sebelumnya juga berkontribusi pada pengurangan kasus saat ini.

Awal bulan ini pemerintah Pakistan melaporkan bahwa kampanye vaksinasi ketiga pada pertengahan September lalu telah berhasil memberikan obat tetes polio pada lebih dari 40 juta anak di seluruh negara itu.

Tariq Nawaz menggendong bayinya, Tuba, yang menderita Polio di Suleiman Khel, Pakistan, 6 Mei 2021. (Foto: AP Photo/Muhammad Sajjad)

Sementara program vaksinasi dari rumah ke rumah untuk anak berusia di bawah lima tahun, yang dijalankan WHO, pekan lalu mengumumkan bahwa akan memulai kembali vaksinasi itu pada 8 November. Program vaksinasi polio yang pertama dalam lebih dari tiga tahun itu dilakukan setelah mendapat persetujuan dari penguasa Taliban.

Direktur WHO Urusan Pemberantasan Polio Dr. Hamid Jafari menyampaikan kegembiraannya dengan terus turunnya jumlah anak yang menderita penyakit berbahaya ini.

Inisiatif Pemberantasan Polio Global GPEI oleh Rotary Internatioal dibentuk pada 1988. Sejak saat itu program ini berhasil mengurangi penyebaran wabah polio hingga lebih dari 99,9 persendi seluruh belahan dunia dan melakukan imunisasi polio pada hampir tiga miliar anak-anak, mencegah lebih dari 19,4 persen kasus kelumpuhan.

Namun, Rotary International memperkirakan “ratusan ribu anak-anak akan lumpuh” jika polio tidak benar-benar diberantas dalam 10 tahun ke depan. [em/jm]