Hadapi Ancaman Hizbullah, Israel Perkokoh Kekuatan di Perbatasan

Tentara Israel berdiri di atas Namer IFV (Infantry Fighting Vehicle) di dekat kota Avivim, Israel utara di sepanjang perbatasan dengan Lebanon, 23 Juli 2020. (Foto oleh JALAA MAREY / AFP)

Militer Israel mengatakan, Kamis (23/7), sedang meningkatkan kekuatannya di perbatasan utara negara itu dengan mengerahkan pasukan infanteri.

Pengumuman itu muncul setelah kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon mengancam akan melangsungkan pembalasan atas serangan sebelumnya pekan ini yang menewaskan salah satu anggotanya dekat Bandara Internasional Damaskus di Suriah. Serangan udara, yang juga menewaskan empat militan asing itu, diduga banyak pihak dilancarkan oleh Israel.

Hizbullah yang didukung Iran telah bersumpah akan melakukan serangan balasan untuk setiap anggotanya yang dibunuh Israel di Suriah. Kelompok itu menembakkan serangkaian misil antitank ke wilayah Israel 1 September tahun lalu setelah dua anggotanya tewas dalam serangan udara Israel dekat Damaskus beberapa hari sebelumnya.

BACA JUGA: Suriah: Serangan Udara Israel di Damaskus Tewaskan 3 Warga Sipil

Israel tidak mengomentari serangan pekan ini tersebut, dan seperti biasanya tidak membicarakan aktivitasnya di negara tetangganya, Suriah. Meski demikian banyak pihak meyakini, Israel telah melangsungkan ratusan serangan udara terhadap kelompok dukungan Iran itu selama hampir satu dekade perang saudara di Suriah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah mengirim ribuan tentara Hizbullah untuk berperang membantu pasukan pemerintah Suriah. Israel memandang Iran sebagai ancaman regional dan telah bersumpah untuk mencegah terbentuknya kekuatan militer Iran di Suriah, terutama dekat kawasan perbatasannya. [ab/uh]