Gereja Anglikan Dukung Seruan Doa Bagi Sudan Selatan

Uskup Agung Gereja Anglikan Josiah Idowu-Fearon berbicara pada sebuah acara dialog di Abuja, Nigeria, 22 Januari 2015.

Uskup Agung Josiah Idowu-Fearon, Sekretaris Jenderal Dewan Konsultatif Anglikan, memohon agar para pemimpin Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo (DRC) mengakhiri kekerasan dan memulihkan perdamaian.

Idowu-Fearon mengatakan bahwa Komuni Anglikan akan bergabung dengan upaya perdamaian umat Katolik pada Jumat (23/2).

Baca: Utusan PBB Berharap Ada Kesepakatan Damai Sudan Selatan

"Dengan negara-negara ini, nomor satu, kita akan melihat bahwa banyaknya nyawa yang hilang, besarnya penderitaan di kedua negara ini. Sejujurnya,ini memalukan bagi Afrika pada umumnya dan negara-negara berpengaruh yang ada di dunia ini, khususnya," kata Idowu-Fearon.

Dia mengatakan bahwa konflik di kedua negara itu adalah karena perebutan kekuasaan, dan menambahkan, "Ini ada kaitannya dengan masalah epidemi di benua Afrika .... tribalisme, korupsi (dan) kekuasaan."

Uskup Agung Canterbury Justin Welby, yang merupakan kepala Gereja Anglikan, juga mendukung seruan Paus Fransiskus untuk berdoa dan berpuasa bagi Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo pada Jumat.

Baca: Mantan Pimpinan Militer Sudan Selatan Pilih Tetap di Pengasingan

Pemimpin senior Anglikan, termasuk Uskup Agung Peter Munde, penjabat primate (Kardinal) Gereja Anglikan Sudan Selatan, juga telah mendukung ajakan Paus.

Paus Fransiskus mengumumkan ajakan itu pada 4 Februari dalam khotbah tentang Doa Angelus (Doa Malaikat) di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. [as/al]